LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kasus Covid-19 di Indonesia terus meledak dalam beberapa pekan terakhir. 

Berdasarkan data Senin 21 Juni 2021, kasus Covid-19 Indonesia tembus 2 juta.

Bahkan, kasus Covid-19 harian Indonesia kemarin tembus rekor. Dalam sehari ada 14.000 orang positif Covid-19.

Ini merupakan angka penambahan kasus harian tertinggi sejak Januari 2021 lalu.

DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah jadi provinsi paling banyak sumbang kasus Covid-19.

Berikut datanya:

  • DKI Jakarta: 479.043
  • Jawa Barat: 347.287
  • Jawa Tengah: 230.400
  • Jawa Timur: 164.267
  • Kalimantan Timur: 73.824
  • Riau: 67.930
  • Sulawesi Selatan: 63.030
  • Daerah Istimewa Yogyakarta: 53.303
  • Banten: 53.010
  • Sumatera Barat: 49.018
  • Bali: 48.436
  • Kalimantan Selatan: 35.570
  • Sumatera Utara: 34.571
  • Sumatera Selatan: 27.230
  • Kalimantan Tengah: 24.435
  • Kepulauan Riau: 22.527
  • Papua Barat: 20.683
  • Lampung: 20.320
  • Bangka Belitung: 20.247
  • Aceh: 18.376
  • Nusa Tenggara Timur: 17.371
  • Sulawesi Utara: 15.969
  • Kalimantan Barat: 13.242
  • Slawesi Tengah: 13.237
  • Nusa Tenggara Barat: 12.792
  • Kalimantan Utara: 12.667
  • Jambi: 12.030
  • Sulawesi Tenggara: 10.727
  • Papua Barat: 9.701
  • Bengkulu: 9.078
  • Maluku: 8.057
  • Gorontalo: 5.690
  • Sulawesi Barat: 5.664
  • Maluku Utara: 4.713

Pada Senin 21 Juni 2021, ada tambahan 294 orang meninggal sehingga total menjadi 54.956 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 9.233 orang yang sembuh sehingga total menjadi 1.801.761 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara kasus aktif naik 5.009 menjadi 147.728 orang, dengan jumlah suspek mencapai 124.845 orang.

Angka tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 84.418 spesimen dari 62.361 orang yang diperiksa hari ini.

Total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 18.734.036 spesimen dari 12.533.392 orang.

Tercatat sudah 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota yang terinfeksi virus Covid-19.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI sebut kematian anak positif Covid-19 Indonesia paling tinggi di dunia.

Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.989.909 kasus. Dari angka tersebut, 12,5 persen yang terinfeksi Covid-19 adalah usia anak.

Adapun angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia sudah tertinggi di dunia. Padahal sekolah tatap muka belum mulai di buka secara serentak.

Angka keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit juga kritis. BOR di sejumlah provinsi Pulau Jawa berada di atas ambang batas WHO sebesar 60 persen.

Seperti Jakarta telah mencapai 84 persen, Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen, dan Yogyakarta 74 persen.Sementara di Wisma Atlet, sisa tempat tidur untuk pasien Covid-19 sebanyak 1.352 unit dari total 7.394.

Ada sepuluh provinsi di Indonesia dengan prevalensi tertinggi, per 20 Juni 2021, yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, D.I Yogjakarta, Bangka Belitung, Bali, Kepulauan Riau, Papua Barat, Riau, dan Sumatera Barat. DKI Jakarta mencatat jumlah tertinggi sebanyak 5.582 kasus.

"KPAI mendorong Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera menghentikan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah daerah yang positivity ratenya di atas 5 persen," kata Retno.

KPAI pun minta sekolah jangan dibuka jelang tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang. Sebab situasi pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga mereda.

Tambahan kasus baru justru terus terjadi, bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Gejala Baru Covid-19 Varian Delta

Public Health England telah memantau varian baru virus corona Covid-19 yang masuk kategori varian Delta cukup ketat. Mereka menggunakan tes genotipe baru untuk mendeteksi varian virus corona lebih cepat karena kasus infeksinya terus meningkat.

Varian Delta ini dinilai menyumbang sekitar 91 persen kasus virus corona Covid-19 di Inggris. Tes genotipe pun menunjukkan varian Delta ini kira-kira 60 persen lebih menular daripada virus corona Covid-19 yang masuk kategori varian Alpha (varian virus corona Inggris).

Para ahli telah mengatakan bahwa menemukan dan mendeteksi gejala virus corona Covid-19 sangat penting untuk menghentikan penyebaran. Tetapi, sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala virus corona klasik, termasuk batuk terus-menerus, demam serta kehilangan rasa dan penciuman.

Para peneliti telah mengungkapkan gejala varian Delta lebih seperti flu yang buruk. Menurut data dari aplikasi ZOE Covid, demam dan batuk adalah gejala yang kurang umum pada varian Delta dibandingkan infeksi virus corona sebelumnya.

Selain itu dilansir dari Express, Profesor Tim Spector juga mengatakan bahwa kehilangan penciuman juga bukan termasuk dalam 10 besar gejala infeksi virus corona varian Delta.

Tim Spector mengatakan bahwa sebagian besar kasus varian Delta nampaknya terjadi pada orang muda yang belum vaksinasi dan varian ini juga lebih menular dibandingkan lainnya. Setiap orang yang terinfeksi varian Delta bisa menularkan virusnya ke enam orang lainnya.

Karena itu, Tim Spector memperingatkan orang yang baru suntik vaksin Covid-19 satu kali harus berhati-hati. Sebab, sebagian besar infeksi ini terjadi pada orang yang belum vaksinasi.

Karena gejala varian Delta ini mirip dengan flu musiman yang lebih parah, maka sakit tenggorokan termasuk gejala 3 teratas dari infeksi virus corona varian Delta tersebut.

Adapun gejala pertama dan kedua teratas dari infeksi virus corona varian Delta, berupa sakit kepala dan pilek. Profesor Spector menyarankan orang yang merasa tidak sehat untuk tinggal di rumah selama beberapa hari, gunakan tes aliran lateral dengan tes PCR.