KOSAMBI, AYOBANDUNG.COM — Dalam upaya meningkatkan daya beli konsumen di Pasar Kosambi selama penerapan Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di Kota Bandung, kini belanja di Pasar Kosambi bisa melalui transaksi

online
.

Kepala Unit Pasar Kosambi, Septi Sahreza menjelaskan, pihaknya memberlakukan satu nomor khusus untuk melayani konsumen dalam memenuhi kebutuhannya di Pasar Kosambi. Pelayanan ini dibuat sebab ia menilai, tak semua pedagang di Pasar Kosambi melek teknologi.

“Kita jalankan lewat

online
, jadi bisa beli
online
ke nomor khusus yang memang buat bantu pedagang. Karena tidak semua sadar
online
,” tutur Septi, Minggu 18 Juni 2021.

Adapun tata cara pembelian, maka konsumen dapat membeli kebutuhannya dengan memesan melalui Whatsapp yang merupakan nomor khusus tadi. Dan setelah pesan, nantinya pesanan konsumen akan diantarkan oleh ojek

online
.

Septi melanjutkan, pihaknya hanya sebatas perantara antara konsumen dengan pedagang di Pasar Kosambi. Dari transaksi itu pun ia tidak memungut biaya tambahan.

“Kita hanya perantara. Kita tidak menambahkan biaya dari pelayanan kita, kalau misalkan harga cabai Rp5.000, ya Rp5.000 jualnya. Tapi, tanggung jawab itu penuh di pedagang dari sisi kualitas hingga barang sampai ke pembeli pun itu tanggungjawab pedagang,” ujarnya.

Kemudian jam pelayanan melalui transaksi online ini, kata Septi, dimulai pukul 8.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Dalam pengumpulan esanan konsumen yang bermacam-macam, pihaknya menunjuk satu koordinator yang kompeten untuk menyatukan pesanan tersebut. 

“Nantinya pembeli bisa milih bermacam barang yang ada di pasar. Misalkan beli sayur tapi juga perlu gayung. Jadi nanti di pesanan itu disebutin, jadi pesanan itu dilayani semua koordinator nanti ada,” ucapnya.

Septi menjelaskan, seyogyanya inovasi transaksi online di Pasar Kosambi ini telah ada sejak tahun 2020 lalu, saat pandemi Covid-19 menerjang.

Namun, karena Pemerintah Kota Bandung sempat merelaksasi berbagai sektor agar ekonomi bisa menggeliat kembali, transaksi online itu dihentikan sementara.

“Dengan kondisi sekarang penutupan jalan atau pembatasan mungkin konsumen tidak bisa terlayani dengan maksimal. Tapi barang yang dijual online dijamin masih fresh,” pungkasnya. [*]