KOSAMBI, AYOBANDUNG.COM — Kepala Unit Pasar Kosambi Kota Bandung, Septi Sahreza mengatakan, kebijakan jam operasional pasar yang kini hanya sampai pukul 10.00 pagi membuat pedagang pasar semakin terpuruk.

"Sekarang, kan, sepi, pengunjung jadi kurang," ujar Septi ketika ditemui di Pasar Kosambi, Minggu 20 Juni 2021.

Ia merasa kebijakan tersebut dinilai kurang tepat. Sebab menurutnya, tidak semua pasar bertajuk pasar tradisional.

Untuk itu, lanjut Septi, semestinya Pemerintah selaku pemangku kebijakan, menetapkan kebijakan untuk Pasar Kosambi secara lebih menyesuaikan jam operasional pasar, karena tidak semua pedagang buka pada waktu yang bersamaan.

"Kalaupun sampai jam 10, ini untuk kategori pasar yang mana dulu, nih. Karena di sini (Pasar Kosambi) ada pasar yang mulainya dari shubuh, ada juga mulai dari jam 8 seperti pedagang seragam," katanya.

"Jadi memberatkan mereka (pedagang seragam)," sambungnya.

Benar saja, pernyataan Septi diakui oleh salah seorang pedagang seragam yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menyatakan keberatan adanya jam operasional pasar yang dibatas hanya sampai pukul 10.00 WIB.

Pasalnya, Ia biasa baru buka lapaknya mulai pukul 09.00 WIB. Jika Mesti tutup pukul 10.00 WIB, ia sama saja tidak berjualan.

"Masa saya buka jam 09.00 sudah harus tutup lagi jam 10.00," tandasnya. [*]