LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Hidangan dari negeri sakura selalu menjadi daya tarik sendiri bagi banyak peminatnya, sebut saja

sushi
dan ramen.

Namun, harga

sushi
yang bisa mencapai 2000 yen atau sekitar Rp250 ribu membuat konsumen muda seperti siswa atau mahasiswa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Tentunya, jika ada yang murah dan berkuliatas, para pencita makanan Jepang akan lebih suka. Hamunaka Sushi pun bisa menjadi solusinya, terutama untuk wargi Bandung Raya dan khususnya bagi anak muda yang ingin menikmati sushi halal, murah, dan enak di Kota Bandung.

Restoran yang telah berdiri sejak 2019 ini, di Jalan Solontongan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, mengutamakan pengalaman lidah dan kemampuan ekonomi konsumen indonesia. Jadi, pengelola memanfaatkan bahan nugget ayam dan sosis untuk aspek protein pada sushi.

Tidak hanya mengandalkan sosis dan nugget, Hamunaka juga mengandalkan Tobiko atau Telur Ikan Terbang; dan Tuna yang rasanya gurih dan manis. Perpaduan semacam ini menjadi daya tarik spesial bagi pelanggan.

Berkat rasanya yang enak itu, Hamunaka sampai mendapat rating yang cukup tinggi di aplikasi google maps atau aplikasi gojek. Jika ditelusuri lewat Gmaps, ratingpada makan tersebut mencapai 4.9 atau hampir lima bintang. Sementara di aplikasi Gojek ratingnya mencapai 4.5 dari 100+ responden.

Harganya pun relatif murah, berkisar Rp6.000Rp26.000. Tentunya, bagi para siswa di sekitar Hamunaka, yang sering membeli santapan khas jepang di restoran tersebut, nominal tersebut masih terjangkau. 

Mengenai bahan hidangannya, Reza, pemilik Hamuna Kakushi, menjelaskan ada beberapa bahan menggunakan frozen food, tetapi lebih banyak bahan yang fresh.

"Frozen Food beli di toko khusus makanan beku soalnya kalau ke supermarket harganya beda 50 persen lebih, kalau nori atau rumput laut mah beli di produsen makanan Jepang-nya langsung biar murah juga. Di sini tidak banyak memakai daging, jadi yangg harus fresh itu kaya telur ikan terbang sama tuna," ucap Reza.

Strategi Reza untuk mendatangkan pelanggan khususnya selama pandemi yaitu menyajikan kreatifitas di makanannya dan aktif mengampanyekan promo.

"Untuk promo sendiri pasti ada sih kan buat narik pelanggan. Kalo sekarang dari Rp6.000 sampai Rp26.000, kalo yang satu paket ada yg Rp59.500 rupiah. Strateginya mah yg utama dari pelayanan dulu jadi dibuat istimewa gitu si yg beli itu biar nanti repeat order baru yg kedua, strategi dari si menu

sushi
-nya dikreatifin lagi sama ditingkatin kualitasnya," ucap Reza.

Reza menambahkan, untuk kreativitas, menunya dibuat unik dengan tampilan menarik. Sementara untuk peningkatan kualitas nanti bakal ditambahkan bahan yang sebelumnya tidak ada, seperti salmon ebi.

"Karna ini bisnis kuliner jadi masalahnya di bahan, apalagi ini bahannya pakefrozenfoodsama bahan lain yg harus fresh, terus jadi harus bisa ngejual cepet. Tapi karena sekarang lagi pandemi jadi itu tantangannya kadang bahan ada yg dibuang," ujar Reza sambil menghela nafas.

Keinginan Reza, sebagai pengusaha muda, tentunya ingin lebih memperbesar kedainya bahkan membuka cabang-cabang lain. Tetapi sebelum mencapai impiannya itu, pertama ia harus menemukan solusi terbaik untuk menghadapi situasi sulit semasa pandemi ini. [Filosofi Syah Toti]