JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri telah mengungkap 19.229 kasus penyalahgunaan narkoba selama tahun 2021, dengan mengamankan sebanyak 24.878 tersangka.

"Selama tahun 2021, Polri telah mengungkap sebanyak 19.229 kasus narkoba dengan mengamankan 24.878 tersangka," ujarnya, Kamis, 17 Juni 2021. 

Dengan adanya pengungkapan kasus tersebut, petugas kepolisian turut mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 7.696 kilogram, ganja 2.100 kilogram, heroin 7,3 kilogram, tembakau gorila 34,3 kilogram, dan ekstasi 239.277 butir.

"Barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut apabila dikonversikan bernilai Rp11,66 triliun dan menyelamatkan 39,24 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba," jelas Sigit. 

Kapolri menjelaskan, berbagai modus operandi dilakukan para tersangka untuk menyembunyikan narkoba di Indonesia. Salah satunya, disamarkan atau dibungkus dalam berbagai barang. Kemudian, diimpor ke Indonesia maupun melalui metode ship to ship atau penyelundupan antarkapal melalui pelabuhan tikus.

Menurut Sigit, masuknya obat-obatan terlarang itu ke Indonesia dari pengaruh sindikat narkoba internasional, yaitu Sindikat 'Golden Triangle', Sindikat 'Golden Crescent' dan Sindikat Indonesia-Belanda.

"Penegakan hukum terhadap peredaran narkoba akan terus kami lakukan, sebagai upaya pemberantasan dari hulu. Namun, ke depan Polri akan mengupayakan dengan kegiatan Kampung Tangguh Narkoba," tuturnya. 

Dengan dibentuknya Kampung Tangguh Narkoba, agar masyarakat memiliki daya cegah, daya tangkal dan daya perang terhadap penyalahgunaan narkoba di tingkat kampung. Sigit juga berharap agar masyarakat lebih berani dalam melaporkan informasi terkait peredaran narkoba.