LENGKONG, AYOCIREBON.COM --Penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) tengah mengkhawatirkan. Pada Rabu, 9 Juni 2021 misalnya, penambahan pasien Covid-19 dalam 24 jam sampai sebanyak 1.562 kasus.

Meski Jabar disorot lantaran tambahan kasus hari kemarin paling tinggi di Indonesia, anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan menilai, sejauh ini penanggulangan kasus di provinsi itu dilakukan secara masif. Walau begitu, tak dipungkiri peningkatan kasus menjadi tantangan besar untuk Jabar.

"Jawa Barat masih menghadapi tantangan pandemi yang luar biasa," ujar Farhan, Kamis, 10 Juni 2021.

Menurutnya, vaksinasi di Jabar perlu dorongan kuat agar mempersempit potensi penyebaran ke daerah yang kasusnya masih rendah. Apalagi, pascalibur panjang lebaran, terdapat juga daerah yang mengalami kenaikan kasus.

Untungnya, ujar Farhan, sejauh ini Jabar melakukan vaksinasi secara masif. Dia pun menilai, Jabar masih lebih baik daripada provinsi lain dalam urusan ini.

"Hal ini direspon dengan vaksinasi yang meluas dan cepat, terasa lebih baik daripada provinsi lain, untuk distribusi vaksinasi Covid-19," katanya

Di samping itu, pengetatan untuk mematuhi protokol kesehatan di lapangan terutama menutup celah kerumunan, dinilai masih bagus. 

"Ketersediaan kamar bagi penderita Covid-19 di faskes mulai membaik, tidak ada kekurangan kamar disertai testing dan tracing yang meluas. Sosialisasi dan edukasi 5M sudah menunjukan hasil yang baik walaupun ada beberapa yang kurang patuh," tambahnya.

Selain itu, jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu yang terdampak masih berlangsung di beberapa daerah. Walau klaimnya, masih ada masalah. "Masih ada masalah dengan distribusi bansos. Tampaknya masalah data menjadi kendala," terangnya.