PADALARANG, AYOBANDUNG.COM — Pedagang di Jalan Padalarang KBB Mendadak hilang saat razia PKL. Tak pelak, rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat pun gagal. 

Diduga, mendadak hilangnya sejumlah pedagang kaki lima di Jalan Raya Padalarang karena berita tersebut telah bocor kepada para pedagang

Pantauan Ayobandung.com di lokasi, pada Kamis, 10 Juni 2021, jalan Nasional Padalarang tampak lenggang. Sejumlah PKL yang biasa berdagang di badan jalan tak tampak di lokasi. Bahkan gerobak yang dipakai pedagang tak terlihat di jalan tersebut. 

"Hari ini karena para pedagang sudah pada tau kalau hari ini mau ada penertiban. Makanya terjadi kosong," kata Kepala Bidang Ketertiban umum dan ketentraman Masyarakat Satpol PP KBB, Poniman, ditemui di lokasi. 

Poniman mengatakan sedikitnya ada 64 PKL yang biasa beroperasi di Jalan Raya Padalarang. Meski gagal dijaring dalam penertiban, ia menilai pedagang libur jualan karena sadar telah melanggar, bukan karena bocornya informasi razia.

"Harapan kami mudah-mudahan masyarakat sadar bahwa tempat ini bukan tempat yang peruntukannya untuk berdagang," jelas Poniman.  

Untuk mencegah PKL beroperasi kembali, pihaknya akan menempatkan personel Satpol PP di lokasi selama sepekan. Selain itu, akan dibuat spanduk besar berisi larangan berdagang. 

"Kita stanby kan personel sampai hari senin depan. Armada kita juga tetap di lokasi ini. Dan kita nanti akan pasang spanduk juga. Himbauan agar mereka paham," jelasnya. 

Kesepakatan menertibkan jalan raya Padalarang bersih dari PKL telah diputuskan dalam rapat bersama dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan para pedagang pada Rabu 9 Juni 2021. Dalam musyawarah itu disepakati bahwa semua PKL harus direlokasi ke kawasan jalan Gedong Lima. 

"Lokasi ini harus bersih sesuai kesepakatan rapat. Pedagang juga sudah siap untuk pindah ke pasar sementara di jalan Gedong Lima," pungkasnya. [*]