CIMAHI, AYOBANDUNG.COM — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) resmi mencopot Ajay Muhammad Priatna dari jabatannya sebagi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi.

Pencopotan Ajay ditetapkan karena mantan Wali Kota Cimahi ini tersandung kasus korupsi perizinan pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat telah menunjuk Ketut Sustiawan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi

"Iya sudah (Ajay dinonaktifkan). Plt-nya pak Ketut Sustiawan," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono di Mason Pine, Padalarang, Kamis, 10 Juni 2021.

Diketahui, Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna telah memimpin PDIP Cimahi sejak tahun 2018. Karirnya harus berakhir, usai KPK melakukan operasi tangkap tangan kepada Ajay tahun 2020. 

Meski telah dicopot dari DPC Cimahi, PDIP belum memberikan sanksi terhadap Ajay. Pasalnya, langkah itu memerlukan tahapan cukup panjang. 

"Kita masih menunggu proses di DPP. Karena biasanya kanada sebuah proses di dalamnya, ada mahkamah partai, itu merupakan kewenangan DPD. Sesuai AD/ART dan peraturan partai bahwa terkait disiplin organisasi dimana ada sanksi pemecetan itu kewenangan dari DPP partai," pungkasnya.

Dalam kontruksi kasus, Ajay Muhammad Priatna didakwa dengan sejumlah pasal. Pertama, Pasal 12 huruf a UU Tipikor; Kedua, Pasal 11 UU Tipikor. Dan terakhir Pasal 12 B UU Tipikor Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Ajay telah dijerat KPK dalam kasus kasus suap perizinan di Kota Cimahi, Jawa Barat tahun 2018-2020.

Ia diduga telah menerima Rp 1,661 miliar dari kesepakatan awal Rp 3,2 miliar terkait perizinan RSU Kasih Bunda Tahun Anggaran 2018-2020.

Adapun pemberian kepada Ajay telah dilakukan sebanyak lima kali di beberapa tempat hingga berjumlah sekitar Rp 1,661 miliar. Pemberian telah dilakukan sejak 6 Mei 2020, sedangkan pemberian terakhir pada 27 November 2020 sebesar Rp 425 juta. [*]