SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip mengatakan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kota Bandung tidak hanya diisi warga Bandung saja. Banyak pasien Covid yang menjalani isolasi ternyata berasal dari luar daerah.

“Dari 78,86% ini ternyata bukan seluruhnya penduduk Kota Bandung. Jadi memang diakses juga oleh pasien di luar Bandung Raya. 56,11% itu berasal dari Kota Bandung, dan 43,89%.-nya dari luar Bandung,” ujar Rosye dalam acara Bandung Menjawab di Auditorium Balai Kota Bandung, Kamis, 10 Juni 2021.

Angka 78,86% yang disebut Rosye adalah angka Bed Occupancy Rate (BOR) yang dihitung per hari Rabu, 9 Juni 2021. Angka itu menunjukkan penurunan dari yang sebelumnya berada di 80%. Turunnya persentase BOR itu disebabkan penambahan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung.

“Perhari kemarin, tempat tidur di Kota Bandung ini bertambah 85 tempat tidur. Jadi angka pembaginya semakin besar,” kata Rosye.

Rosye mengakui adanya peningkatan kasus pascalibur lebaran 2021. Namun, persentase peningkatannya tidak terlalu signifikan. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada.

“Masyarakat harus tenang dan mengupayakan 5M menjadi keseharian. Kami di pemerintah juga meningkatkan 3T, dan ketersediaan tempat tidur Kota Bandung mau tidak mau harus menambah tempat tidur,” ucap Rosye.

Dengan adanya penambahan, saat ini tersedia 353 tempat tidur untuk pasien Covid. Tempat-tidur itu juga disediakan untuk warga dari luar Bandung.

“Kita berharap ada penguatan rumah sakit yang berada di luar Kota Bandung. Dengan peningkatan tempat tidur isolasi, terutama untuk yang kasus merah atau harus dapat penanganan khusus di rumah sakit regional di luar Kota Bandung sehingga bisa ditingkatkan untuk menangani kasus Covid-19 yang ada,” pungkas Rosye.