BOJONGSOANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah telah melarang dan melakukan penyekatan mudik. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama periode Lebaran 2021.

Alhasil banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman. Mereka memilih lebaran di rumah bersama keluarga dan video call dengan kerabat yang berada jauh di luar kota.

Aceng jadi salah seorang warga Kabupaten Bandung yang tak bisa pulang ke kampung halaman. Setiap tahun, ia biasanya mudik ke Garut untuk menemui orang tua dan saudaranya di sana. Namun sejak tahun lalu, ia memilih untuk merayakan Idulfitri dan Iduladha di rumahnya, di kawasan Bojongsoang.

"Ya tidak bisa pulang karena masih pandemi," ujarnya pada

Ayobandung.com
belum lama ini.

Alhasil ia hanya bisa bersilaturahim lewat jaringan internet. Sudah dua kali lebaran, secara rutin Aceng melakukan video call bersama kerabat. Bahkan panggilan dilakukan secara bersama-sama dengan lima orang sekaligus.

Video call bersama itu ia lakukan untuk mempererat

silaturahim
dengan saudara-saudaranya yang jauh di luar kota. Meski begitu, Aceng merasa cukup puas. Sebab video call bisa menampilkan wajah dan kondisi keluarganya dari kejauhan.

"Buat saya mah video call saja sudah cukup. Alhamdulillahsekarang teknologi sudah maju. Jadi silaturahim jarak jauh bisa berjalan. Jadi tidak mudik juga ya tidak masalah," ujarnya.

Selain video call, menurut Aceng, silaturahim juga bisa dilakukan dengan menelepon atau mengirim pesan singkat. Bahkan jika ingin mengirin hantaran, kita bisa mengirimkannya lewat paket pengiriman yang bisa sampai cepat.

"Sekarang mah banyak cara untuk silaturahim. Jadi tidak harus bertemu, yang penting pesan kita menjalin hubungan kan tersampaikan," ungkap Aceng.

Meski begitu, Aceng berharap, pandemi bisa segera berlalu.

 

Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Juni

Puncak kasus Covid-19 setelah Lebaran diprediksi terjadi pada Juni mendatang. Prediksi ini didasarkan pada hasil evaluasi dari peningkatan sebelumnya.

"Kita menghitung dari evaluasi peningkatan tren kasus gradiennya itu dihitung. Kita asumsikan pada pertengahan Juni akan terjadi peningkatan," ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis, 27 Mei 2021, dilansir dari

Republika.co.id
.

Peningkatan kasus Covid-19 usai masa libur Lebaran sudah mulai terlihat pada pekan ini. Hal ini akan semakin meningkat pada minggu berikutnya, yang Diprediksi akan terjadi peningkatan kasus hingga 50 persen kasus.

"Sebanyak 50 persen kasus dibandingkan dengan sebelumnya pada liburan pasca Idul Fitri. Sehingga kami melakukan asusmsi peningkatan ketersediaan obat dengan menyediakan obat 50 persen lebih besar dibandingkan tiga bulan ke depan," ujar Dante.

Pemerintah juga sudah mengantisipasi tingkat keterisian tempat tidur untuk di rumah sakit untuk pasien Covid-19 pasca libur Lebaran. Untuk ruang intensif, tersedia 7.615 tempat tidur.

Sedangkan untuk ruang isolasi, tersedia 71.506 tempat tidur. "Sehingga kita masih punya kira-kira 300 persen kapasitas BOR (bed occupancy) untuk menjaga kalau ada peningkatan kasus. Jadi memang BOR dan konversi bed ini sudah dilakukan teman-teman rumah sakit," ujar Dante.

Di samping itu, Kemenkes juga sudah menyiapkan ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19. Pemerintah berkaca dari kasus kematian akibat Covid-19 di India, yang mayoritas terjadi karena kekurangan oksigen.

"Kami menambah kapasitas mutu dan penambahan jumlah oksigen yang cukup baik, sehingga bisa menjangkau yang 76 ribu kasus dalam isolasi tadi. Agar pasien bisa tetap terjaga dan kapasitan oksigen cukup di rumah sakit," ujar Dante.