JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Meski menuai kontroversi, Polri menyebut penyekatan pemudik tahun ini ampuh menurunkan arus lalulintas mudik hingga 70% dari kondisi normal. Hal tersebut dinilai akan mampu menurunkan potensi kerawanan terpapar Covid-19.

"Penyekatan ini bisa menurunkan arus mudik dari kondisi normal hingga 70 persen," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam siaran pers Satgas Penanganan Covid-19 sebagaimana dilansir dari Republika, Kamis 13 Mei 2021. 

Kapolri mengutarakan itu saat meninjau penyekatan di Gerbang Tol Cikarang Barat 3, Bekasi, Rabu (12/5). Peninjauan ini dilakukan bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Ketua DPR Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kapolri juga mengatakan bahwa tanpa adanya aturan soal mudik, potensi kerawanan terpapar Covid-19 dari adanya mobilitas manusia melalui kegiatan mudik dapat meningkat hingga 30 kali lipat. Ia pun tidak ingin adanya kegiatan mudik justru membuat angka kasus aktif Covid-19 justru mengalami kenaikan.

"Semua ini kita lakukan demi melindungi masyarakat dari risiko penularan Covid-19. Apabila terpapar maka risikonya bisa 30 kali lipat. Jangan sampai karena ada mudik ini lalu ada peningkatan kasus," kata Kapolri Listyo. 

Listyo juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan PPKM mikro berjalan optimal. Pemda diminta mengantisipasi banyaknya pemudik yang terlanjur lolos penyekatan dan berpotensi menjadi carrier infeksi virus corona. 

"Saya ingatkan kepada pemerintah di daerah agar PPKM mikro tolong untuk betul-betul ditingkatkan karena mungkin ada yang lolos dan masuk ke wilayah tersebut," kata Listyo.

Kapolri juga berharap berbagai upaya pemerintah untuk mengurangi mobilitas warga ini mampu menekan angka kasus Covid-19 di Tanah Air hingga ke bawah 10 ribu. Tujuannya, kegiatan yang berorientasi kepada peningkatan dan pemulihan ekonomi skala nasional dapat dilakukan.

"Kita harapkan angka bisa kita tekan di bawah 10 ribu. Sehingga kalau ini bisa kita laksanakan dengan baik maka program-program yang lain terkait dengan kegiatan pemulihan ekonomi pun bisa kembali berjalan," katanya. 

Terpisah, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto juga mengklaim penyekatan pemudik yang dilakukan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya berhasil. Berdasarkan pemantauannya ke sejumlah pos penyekatan di Kabupaten Tasikmalaya, Ade mengatakan, seluruh petugas bertugas dengan baik di semua lokasi penyekatan. 

Petugas dengan sigap memutarbalikkan kendaraan yang tak memenuhi syarat untuk melintas. "Jadi tujuan presiden meniadakan mudik lebaran bisa tercapai. Artinya masyarakat di daerah bisa tenang, tanpa khawatir kedatangan oleh-oleh virus corona," kata dia di pos penyekatan Jalur Gentong, Rabu (12/5) malam.

Ia juga mengapresiasi kinerja para personel TNI, Polri, tim kesehatan, petugas perhubungan, dan relawan lainnya, dalam melakukan penyekatan. Ia berharap, momen Lebaran kali ini tak mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.

"Karena penyekatan sampai malam takbir ini di Kabupaten Tasikmalaya berjalan baik dan lancar," kata dia.