KADIPATEN, AYOBANDUNG.COM — Puluhan kendaraan pemudik baik roda 2 maupun roda 4 dari arah Bandung menuju Tasikmalaya diputarbalikkan petugas pos penyekatan, tepatnya di pos Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis, 6 Mei 2021.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, penyekatan kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Tasikmaya dimulai sejak pukul 00.00 WIB. Hingga pukul 02.40 WIB, sudah banyak kendaraan yang diputarbalikkan kembali lagi ke arah Bandung.

"Cukup banyak kendaraan yang kita putar balikkan. Ada puluhan kendaraan baik kendaraan roda 4 maupun roda 2 yang terpaksa diputar balikan," ujar Doni.

Menurutnya, sebagian besar kendaraan yang diputar balikan berasal dari wilayah Jakarta. Mereka tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah untuk memasuki wilayah Kota Tasikmalaya.

"Saat ini banyak masyarakat yang mencoba mudik malam hari. Kita melakukan antisipasi dan menggelar personel di pos-pos penyekatan sejak pukul 00.00 WIB," ucapnya.

Ia menambah, beberapa kendaraan yang diperbolehkan melintas di antaranya kendaraan logistik yang membawa kebutuhan pokok, kendaraan pembawa BBM atau gas, kendaraan medis, serta mereka yang lengkap membawa persyaratan administrasinya.

"Kalau semua persyaratannya lengkap ya kita izinkan melintas," ungkapnya.

Tukijo, salah seorang pemudik dari Bandung tujuan Ciamis terpaksa diputarbalikkan petugas karena tidak mampu menunjukan surat kelengkapan persyaratan perjalanan.

Ia berangkat dari Bandung seusai bekerja. Dirinya mengaku mendapat kabar bahwa istrinya kena stroke dan anaknya baru melahirkan. Ia tidak bisa menunjukan surat keterangan dari kelurahan atau desa untuk melakukan perjalanan dengan tujuan menjunguk keluarga yang sakit.

"Saya asal Ciamis, tadi dari Bandung habis usaha. Istri kena stroke, anak saya habis melahirkan. Disuruh balik lagi ke Bandung," ujarnya.

Ia merasa bingung harus berbuat apa setelah jauh-jauh melakukan perjalanan dengan sepeda motor untuk menemui keluarganya di Ciamis.

"Kasihan anak istri, kita kan usaha uang di kita, sedangkan istri harus ke rumah sakit," ucapnya.

Pemudik asal Ciamis tersebut nampak menghungi keluarganya melalui video call. Ia nampak sedih dan sesekali menyeka air matanya.

"Bingung harus ke mana ini. Sedangkan kan uang di saya, istri harus ke rumah sakit," lirihnya.