DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM -- Kemenangan gugatan kepada PTUN Jakarta, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh (AMPHURI) Jawa Barat melakukan syukuran dengan cara berbagi dengan sesama.

Puluhan anak yatim dari panti asuhan Baraya, Baleendah, diajak buka bersama oleh AMPHURI Jawa Barat, Selasa 4 Mei 2021.

Ketua DPD AMPHURI Jawa Barat Asep Bisma Banyu Setia mengatakan, momen ramadan tahun ini walaupun dimasa pandemi, memberi keberkahan tersendiri bagi pihaknya. Pasalnya, AMPHURI hasil munas Kota Batu, Jawa Timur, berhasil memenangkan gugatan atas kubu Muslub Jakarta.

"Alhamdulillah, gugatan kami di PTUN Jakarta dimenangkan. Sebagai rasa syukur, AMPHURI di seluruh Indonesia secara serentak melakukan syukuran berbagi dengan sesama," tutur Asep.

Untuk AMPHURI Jawa Barat berbagi dilakukan dengan cara berbuka bersama dan santunan kepada anak yatim juga bagi-bagi takjil di Jalan M Toha.

Gugatan kepada PTUN Jakarta sendiri terjadi dilatarbelakangi oleh adanya Muslub oleh sebagian anggota AMPHURI di Jakarta, setelah adanya Munas di Kota Batu dengan Firman M Nur terpilih sebagai ketua.

Karena menganggap kubu Firman sebagai kepengurusan yang sah, maka AMPHURI hasil munas Kota Batu melakukan gugatan kepada PTUN Jakarta dengan tuntutan agar Kemenkumham membatalkan SK hasil Muslub DKI.

"Kami menyikapi secara positif dengan cara berbagi seperti ini. Mudah-mudahan, langkah kebersamaan ini juga menjadi jalan bagi kami dalam mempersiapkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam bidang perjalanan haji dan umroh," katanya.

AMPHURI menjadi salah satu pihak yang terkena dampak langsung akibat pandemi covid-19. Selama satu tahun lebih, biro haji dan umroh yang berada di bawah naungan AMPHURI tidak bisa menjalankan usahanya.

Dia berharap pandemi segera berakhir dan pemerintah Arab Saudi kembali membuka kunjungan ibadah haji dan umroh.

Pengasuh Panti Asuhan Baraya, M. Soleh mengucapkan terima kasih atas undangan buka bersama dari AMPHURI Jabar karena setiap tahun ada buka bersama.

"Ketika Pak Asep Bisma merintis usaha baik di susu kuda liar sampai kini travel haji dan umrah selalu mengundang anak-anak asuhan Baraya untuk ikut buka bersama," katanya.

Soleh mengakui kehidupan panti asuhan di masa pandemi sangat berat karena terjadi penurunan dari masyarakat yang menyumbang.

"Penurunan jumlah sumbangan warga bisa sampai 50 persen, di lain pihak jumlah anak asuh bertambah," tutupnya.