TEGALEGA, AYOBANDUNG.COM — Kota New Delhi, India, terpilih sebagai tempat digelarnya Asian Games edisi pertama. Pesta olahraga se-Asia ini dimulai dari tanggal 4 Maret dan berakhir pada 11 Maret 1951. 

Tak kurang dari 489 atlet berlaga di sana. Mereka datang dari 11 negara; dan mengikuti 6 cabang olahraga.

Bersumber pada arsip-arsip tahun 1950-an, sejarawan muda Dimas Wahyu Indrajaya menyatakan, pesta olahraga tersebut sebetulnya telat dilaksanakan satu tahun.

"Seharusnya pesta olahraga terbesar di benua Asia ini dijadwalkan pada 1950, tapi pelaksanaannya ditunda selama setahun dengan alasan persiapan. Ada 11 negara yang berpartisipasi, di mana Indonesia turut ikut serta," ungkap Dimas.

Kontingen Indonesia, alih-alih merasa dirugikan, keterlambatan itu justru jadi keuntungan tersendiri dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) kemudian melakukan seleksi untuk menyaring atlet Indonesia yang akan diikutsertakan dalam ajang tersebut.

Seleksi secara serentak pun dihelat di Lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, pada akhir bulan Desember 1950.

"Lebih dari 325 atlet Indonesia mengikuti kompetisi," ungkap Dimas merujuk pada laporan Java Bode terbitan 27 Desember 1950 lewat artikel yang berjudul Inter Indon. Athleteik-wedstrijden Geeindigd.

Sejumlah atlet dari berbagai kategori berhasil menjadi yang terbaik. Salah satunya Annie Salamun, perwakilan atlet dari Bandung, yang merajai cabang olahraga lempar cakram putri. Catatan lemparan wanita berkaca mata itu ialah 26,61 meter, meski menurut surat kabar Star Weeklyjangkauan lemparannya mencapai 31,16 meter. 

"Pada hari akhir seleksi, Annie beserta atlet lain mendapat piala dari Mendikbud Bahder Djohan. Sebelum mentas di Asian Games 1951 yang dilangsungkan pada Maret, Annie dan para atlet terpilih kemudian dikarantina di Yogyakarta," lanjut Dimas yang merupakan lulusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia.

Indonesia memang tidak menjadi yang terbaik di Asian Games pertama. Di tabel klasemen, tim merah putih berada di urutan kedua terakhir.

Namun, bukan berarti kontingen Indonesia pulang ke tanah air dengan tangan hampa. Pasalnya ada lima perunggu yang berhasil diraih para atlet termasuk Annie Salamun. 

Dari laporan Memori Olahraga, Annie sukses mencatatkan lemparan cakram sejauh 25,43 meter. Ia menempati posisi tiga di belakang dua atlet Jepang, Kuyima Fumio (42,13m) dan Oshino Tokio (35,53m). [*]