LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pengamat sepak bola ternama, Mohamad Kusnaeni menyayangkan aksi anarkisme yang dilakukan 'oknum' bobotoh ke Graha Persib pada Minggu, 25 April 2021 malam, terjadi di akhir gelaran Piala Menpora 2021.

Ia menilai, aksi itu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pihak kepolisian dalam menerbitkan surat izin keramaian menggelar Liga 1 yang rencananya akan kick off pada 3 Juli 2021. 

Tak hanya itu, ia juga menyayangkan aksi dari para suporter Persija, The Jakmania, yang tertangkap karena berkerumun ketika merayakan kemenangan Persija sebagai juara Piala Menpora 2021.

"Saya sih yakin kejadian itu akan menjadi pertimbangan kepolisian dalam menerbitkan surat izin keramaian dan itu akan menjadi faktor yang cukup memberatkan dalam proses terbitnya rekomendasi izin keramaian," kata Bung Kus, sapaan akrabnya ketika dihubungi, Kamis, 29 April 2021.

Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa nantinya Polri akan melihat secara utuh dari awal sampai akhir pelaksanaan turnamen pra musim itu. Ia menilai, gelaran Piala Menpora 2021 merupakan peristiwa yang sudah berjalan hampir satu bulan prosesnya dan di ranah yang lainnya itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia juga menyinggung, jika kejadian The Jakmania dan Bobotoh di akhir gelaran Piala Menpora 2021 adalah alarm tersendiri bagi pihak PSSI dan PT LIB dalam mengelola suporter ketika Liga 1 nanti berlangsung.

"Itu akan menjadi warning buat PSSI dan PT LIB, jadi bagaimana mengelola suporter supaya menjadi bagian yang mendukung keberlangsungan kompetisi bukan menjadi bagian yang menghambat," tegasnya.

Senada dengan Bung Kus, Ketua Viking Heru Joko juga berharap kejadian anarkisme Bobotoh ke Graha Persib dan kerumunan oleh The Jakmania bukan menjadi suatu hal yang serius dalam menggelar kompetisi Liga 1 2021 nanti.

"Harusnya dipelajari secara saksama oleh regulator oleh PSSI, dan pemangku kebijakan lain," katanya

"Karena cukup disayangkan juga ketika semua kota berharap sepak bola bisa jadi hiburan masyarakat Indonesia," lanjutnya.