JAKARTA, AYOBANDUNG.COM --Indonesia saat ini tengah menggalakan vaksinasi Covid-19 untuk setiap warga negaranya yang memenuhi syarat dan ketentuan.

Dalam rangka menyuseskan program vaksinasi Covid-29 di Indonesia, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan yakni Siti Nadia Tarmidzi memastikan setiap orang akan segera disuntik vaksin.

Hal tersebut termasuk para penderita gangguan jiwa atau Orang dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ pun akan tetap menjalani vaksinasi Covid-19.

"Kami pastikan akan mendapatkan haknya," ucap Siti dalam YouTube PB Ikatan Dokter Indonesia dinukil dari Ayojakarta.com.

Meskipun begitu, tiap penderita gangguan jiwa yang akan menerima vaksin harus tetap memenuhi syarat yang sudah ditentukan.

Salah satunya adalah memiliki nomor induk kependudukan (NIK) sebagai identitas jika penderita gangguan jiwa tersebut merupakan warga Negara Indonesia (WNI). 

"Saya rasa, meskipun dia adalah orang dengan gangguan jiwa, dia tetap salah satu warga Negara Indonesia dan pasti ada NIK nya juga," ujarnya.

Selain itu, Safrizal ZA selaku Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menjelaskan jika vaksinasi untuk penderita gangguan jiwa akan ditujukan untuk dua golongan.

Adapun, dua golongan itu adalah penderita gangguan jiwa yang tengah dirawat di rumah sakit dan penderita gangguan jiwa yang berada di luar rumah sakit. Akan tetapi tidak berlaku untuk penderita gangguan jiwa  yang berada di jalanan.

"Semuanya didata, baik yang dirawat di rumah sakit ataupun di rumah. Tapi yang dirawat di rumah sakit di sini akan lebih terdata ya," tutur Safrizal.

Khusus untuk penderita gangguan jiwa yang berada di jalanan, mereka masih bisa mendapat vaksinasi jika memang masih memiliki keluarga.

Sebagai langkah awal menemukan keluarganya, Kemenkes meminta agar Dinas Sosial segera mendata dan mencari keluarga para penderita gangguan jiwa yang hidup di jalanan.

"Sementara untuk yang di jalanan, ini nanti akan dimasukkan ke panti rawat oleh Dinas Sosial," kata Safrizal.

"Kemudian baru didata dan dicari keluarganya," katanya.