LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- dr. Kevin Samuel Marpaung, dokter yang mencuat namanya pada Sabtu, 17 April 2021, karena video Tiktok yang mereka adegan Vaginal Touche, membuat video permintaan maaf yang ditujukan kepada publik. 

"Selamat pagi, teman-teman semua. Kepada seluruh masyarakat, teman-teman netizen, dan khususnya kaum wanita, saya dr. Kevin ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas video konten saya mengenai 'pembukaan' yang di mana di video tersebut, saya tidak berhati-hati dalam memilih soundtrack dan memasang ekspresi wajah yang terkesan melecehkan," ujar Kevin dalam video permintaan maafnya, Sabtu, 17 April 2021. 

Kevin Samuel memperoleh kecaman dari berbagai pihak karena video reka adegan vaginal touche dalam dunia kebidanan. Vaginal touche sendiri adalah pemeriksaan mendalam dengan cara memasukkan dua jari ke dalam vagina untuk memeriksaa pembukaan serviks atau leher rahim untuk mengetahui apakah seorang wanita yang sedang mengandung sudah siap untuk melahirkan atau tidak. 

"Sekali lagi saya ingin meminta maaf, khususnya untuk kaum wanita, dan untuk ke depannya, saya akan lebih berhati-hati dalam membuat video konten, dan berjanji akan lebih fokus ke video-video konten yang bersifat edukasi. Terima kasih," ucap Kevin sambil mengakhiri video. 

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) dan gerakan sosial Dokter Tanpa Stigma telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mendesak Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mencabut Surat Izin Praktek dari yang bersangkutan. 

dr. Sandra Suryadana, pendiri gerakan sosial Dokter Tanpa Stigma, menilai perbuatan Kevin sebagai sesuatu yang tidak etis dan menyalahi nilai-nilai yang dijunjung oleh profesi dokter. 

"Kami mengecam konten buatan dr. Kevin Samuel yang menunjukkan sikap melecehkan dalam reka adegan pemeriksaan pasien sebelum persalinan. Sikap ini bertentangan dengan nilai etis dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam profesi dokter," ujar Sandra dalam pernyataan tertulis yang dirilis KOMPAKS, Sabtu, 17 April 2021. 

Sementara itu, Peneliti dari Pusat Riset Gender dan Anak Universitas Padjadjaran, Antik Bintari, menilai perbuatan Kevin dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap dokter. Para perempuan yang hendak bersalin bisa jadi dikepung oleh rasa cemas saat diperiksa oleh dokter laki-laki. 

"Kita kan nggak bisa milih apakah kita akan ditangani oleh dokter laki-laki atau perempuan. Akhirnya, kita hanya berdasarkan kepada azas kepercayaan. Dengan adanya konten-konten seperti ini, kepercayaan bisa tereliminasi atau tergerus. Ini kan merugikan juga. Artinya, ini akan membuat stereotip bagi dokter laki-laki, dan itu nggak bagus," ujar Antik. 

Kevin Samuel dikenal sebagai lulusan terbaik di Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha, dan dia sempat menjadi sorotan saat dirinya muncul di pemakaman mendiang Melisha Sibadutar, peserta Indonesian Idol yang meninggal dunia karena pembengkakan jantung. Kevin sendiri memang diketahui sempat mengikuti kontes Indonesian Idol, namun dirinya tidak lolos di tahap pertama.