LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Selain ikan, tanaman hias air saat ini menjadi salah satu hal yang banyak diminati untuk memperindah kolam maupun akuarium di rumah. Hal ini sekaligus menjadi peluang bisnis yang menjajikan di kala pandemi Covid-19.

Salah satu penjual tanaman hias air, Agus Setia Mahendra menuturkan, bisnis tanaman hias air cukup menguntungkan untuk dijalani . Terutama bagi warga Lembang yang tinggal di dataran tinggi dengan cuaca yang mendukung. 

Penjual tanaman hias air di Lembang, Agus Setia Mahendra (Ayobandung.com/Magang-Taupik Saepuloh)

“Masih jarang dan menjadi peluang yang bagus untuk warga sekitar Lembang. Karena sekarang cuaca pun mendukung di sini cuacanya 24 (derajat) dan pH airnya rendah,” tuturnya kepada Ayobandung.com di Desa Cicalung Lembang, Jumat 16 April 2021. 

Mulai berbisnis sejak April 2021, pemuda Desa Cicalung Lembang ini telah memiliki pelanggan dari berbagai daerah. Seperti Medan, Balikpapan, Riau, Lampung, Solo, Bali, dan beberapa daerah di Jawa barat.

“Atos (sudah) keluar pulau, kalau yang di daerah sekitar Jawa Barat itu toko yang pesan kebanyakan. Jadi saya sebagai pemasoknya,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya menyediakan tiga jenis tanaman hias untuk dekorasi akuarium, seperti lumut (mos), tanaman bias, dan akar. Untuk lumut, terdapat jenis ricardia dan weping yang dibanderol seharga Rp150.000-Rp200.000 per keranjang. 

Salah satu jenis tanaman hias air (Ayobandung.com/Magang-Taupik Saepuloh)

Untuk tanaman bias, Agus menyediakan beberapa jenis dengan kisaran harga yang beragam, mulai dari Rp15.000 hingga jutaan rupiah per batangnya. Ada tanaman bias nana, bias pinto, dan bias panda. Sementara untuk hiasan akar, terdapat tiga jenis yaitu akar santigi, akar sendani, dan akar raksamala yang dibanderol dengan harga Rp5.000- Rp100.000 per ukuran.

“Per ukuran akar ini seperti baju dari ukuran S sampai XL. Dan kalau pesan banyak dan yang sudah di rangkai untuk hiasan itu ada harga khusus,” jelasnya.

Agus mengklaim, berbudidaya tanaman hias air ini cukup mudah dan tidak memerlukan biaya besar. Untuk melakukan pengiriman ke berbagai daerah pun, dia mengatakan, pengemasan barangnya tergolong cukup mudah.

“Kebetulan di sini udaranya sejuk, jadi tidak menggunakan kipas angin seperti di perkotaan. Hanya dengan lampu dan seprot dengan air sehari 2 kali, dalam waktu seminggu dapat tumbuh daun dan cepat beranak (bercabang). Kalau packing simpel, tinggal pakai tupperware, tisu atau kapas, ditambah styrofoam dan dus saja,” ungkap Agus.

Ikan dalam akuarium yang diberi tanaman hias air (Magang-Taupik Saepuloh)

 

Untuk membersihkan tanaman hias dalam akuarium, Agus menyarankan untuk memelihara beberapa jenis ikan kecil.  “Pakai jenis ikan pembersih yang kecil contohnya seperti udang atau ikam algaiter kecil fungsinya untuk pembersih kotoran secara alami,” jelasnya.

Dalam menjalani bisisnya, Agus selama ini mendapat pasokan produk dari petani sekitar Lembang, Purwakarta, dan Subang dengan sistem bagi hasil. Setiap minggunya, Agus dapat meraup omzet bersih dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Misalnya di sekitar sini ada petani yang habis berkebun ngasih akar rentek, nanti ada upahnya dan langsung saya olah akarnya. Sekarang lagi musim juga, per minggunya Rp700.000 sampai jutaan itu sudah bersih dari biaya yang lainnya,” pungkasnya. 
 

Taupik Saepuloh