KIARACONDONG, AYOBANDUNG.COM--Warga Gang Raden Jibja RW 02, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, memperkenalkan konsep Kampung Wisata Budaya Kaligrafi sebagai misi untuk membangun ekonomi mandiri. 

Para warga saling bahu-membahu untuk mengenalkan RW mereka sebagai objek wisata di Kota Bandung yang dapat menarik minat pengunjung dari berbagai wilayah. 

Berawal dari program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menerapkan program KB di RW 02 Cicaheum sebagai lokasi Bina Wilayah, Ketua RW 02 Acep Arman pun berinisiatif untuk menerapkan suatu program yang dapat mempererat tali silaturahim antarwarga dan mengembangkan ekonomi mandiri. 

"Kami awalnya ingin khusus difokuskan dulu ke kaligrafi. Kami memperkenalkan konsep Kampung Wisata Budaya Kaligrafi," ujar Acep saat ditemui di Gang Raden Jibja, Jumat, 16 April 2021. 

Dia menjelaskan, para pengunjung yang datang ke Kampung Wisata Budaya Kaligrafi akan dibuat terpesona oleh pemandangan mural kaligrafi. Adapun, mural kaligrafi skerjakan selama semalam suntuk di hari-hari yang telah disepakati bersama. Warga RW 02 saling menyumbangkan tenaga tanpa diberi upah sepeser pun. Semua jerih-payah mereka didasari oleh keikhlasan untuk membangun ekonomi swadaya di pemukiman. 

"Tidak ada yang protes soal pembuatan mural-mural kaligrafi ini," katanya.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana pun sempat berkunjung untuk melihat hasil karya mural kaligrafi.

Saat itu, Yana mengatakan nantinya RW 02 Cicaheum akan dijadikan sebagai tempat wisata kaligrafi. Para wisatawan dari luar Kota Bandung bisa diarahkan untuk berkunjung ke RW 02 sebagai destinasi wisata. 

Sementara itu, Ketua Seksi Penghijauan RW 02 Cicaheum, Wisman Dadi mengatakan, dulunya tembok-tembok di daerah tersebut dipenuhi coretan tidak jelas. Bekerja sama dengan pengurus RW, Wisman beserta warga lainnya pun menyulap suasana di Gang Raden Jibja menjadi meriah dengan karya seni kaligrafi yang menarik perhatian. 

"Kami berembuk, berswadaya, beli cat, kami targetkan setiap malam kita mengerjakannya dari Isya sampai azan awal Subuh baru selesai, dilanjut lagi keesokan harinya," ujar Wisman yang saat ditemui oleh Ayobandung.com tengah asik melukis dinding gang. 

Dia menjelaskan, pengerjaan mural yang menjadi program bersama itu belum mencapai 100%. Oleh karena itu, untuk saat ini, Kampung Wisata Budaya Kaligrafi memang belum menarik banyak pengunjung di luar awak media yang meliput di lokasi yang bersangkutan. 

"Mudah-mudahan bapak-bapak dari pemerintahan ada respons bagus, mengarahkan, mengkonsep, membantu supaya tempat ini jadi wisata unggulan Bandung di tengah kota yang hiruk-pikuk ini," ujarnya.