SEMARANG SELATAN, AYOBANDUNG.COM — Jenis tanaman hias yang mudah perawatannya kerap menjadi pilihan masyarakat dalam menekuni hobi merawat tanaman hias saat pandemi Covid-19 ini.

Owner plant shop Kebun Langit, Dea Mei Nissa mengatakan, selama pandemi Covid-19, hobi merawat tanaman hias memang lagi tren. Bahkan hingga pandemi sudah berjalan kurang lebih setahun ini, masih banyak penghobi baru merawat tanaman hias

"Awal pandemi sudah mulai tren. Karena mungkin banyak orang yang menghabiskan waktu di rumah. Jadi merawat tanaman hias jadi hobi baru. Sampai sekarang juga masih banyak penghobi baru yang datang membeli tanaman hias ke sini," ujar pemilik plant shop yang terletak di Jl. Wonodri Krajan III nomor 677 ini, Jumat (19/3/2021).

Selain sebagai hobi baru, tanaman hias biasanya juga dijadikan giftatau hadiah bagi orang kesayangan. Hal tersebut lantaran tanaman hias yang dijadikan hadiah biasanya sudah praktis dan didesain sedemikian rupa.

"Kalau tanaman hias untuk giftatau hadiah memang sudah praktis mas. Nggak usah dipindah di tempat lain lagi. Untuk packing juga tentu kita sesuaikan selayaknya hadiah," imbuh Dea yang mulai bisnis tanaman hiasnya sejak 2018 itu.

Untuk peminat tanaman hias sendiri, lanjut Dea, dari seluruh kalangan baik muda hingga kalangan orang tua. Meski demikian, setiap kalangan memiliki ketertarikan terhadap jenis tanaman hias yang berbeda.

"Kalau yang milenial atau baru mencoba hobi merawat tanaman hias biasanya cari jenis tanaman seperti kaktus-kaktusan. Lalu kalau ibu-ibu biasanya yang jenis monstera, aglonema, dan lainnya," katanya.

"Untuk harga tanaman hias di Kebun Langit ini variatif ya mas. Mulai Rp 35 ribu sampai ratusan ribu juga ada," tambahnya.

Tak hanya menjual tanaman hias saja, Kebun Langit juga memberikan edukasi merawat tanaman kepada pembeli. Sebagai contohnya di setiap tanaman, diberikan informasi kepada pembeli terkait kebutuhan air dan cahaya matahari tanaman tersebut.

"Kita beri keterangan di setiap tanaman yang kita jual, berapa kebutuhan air yang harus diberikan kepada tanaman tersebut, berapa banyak harus terkena sinar matahari, dan lainnya," ungkapnya. (Vedyana/Artamevia Tri Fena Prabaningtyas). [*]