ABUJA, AYOBANDUNG.COM — Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menyebut penyerangan di Negara Bagian Imo, Nigeria sebagai aksi terorisme. Dia mendesak pasukan keamanan menangkap para penyerang, termasuk tahanan yang melarikan diri.

Peristiwa itu mengakibatkan lebih dari 1.800 narapidana melarikan diri pada Senin, 5 April 2021. Dilaporkan bahwa kejadian ini akibat adanya aksi penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal, yang merangsek dengan menggunakan senjata dan bahan peledak.

Baku tembak pun tak terhindarkan, antara kelompok penyerang dengan petugas penjaga.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa komando Negara Bagian Imo dari Layanan Pemasyarakatan Nigeria telah diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di Owerri," kata juru bicara layanan pemasyarakatan Imo, James Madugba, dikutip laman Al Arabiya.

Madugba menyebut saat ini situasi telah terkendali. Maduga mengungkapkan jumlah narapidana yang melarikan diri belum dikonfirmasi. Namun, totalnya diprediksi lebih dari 1.800 orang. Dengan demikian, peristiwa tersebut menjadi salah satu pembobolan penjara terbesar di sana.

Imo adalah negara bagian di Nigeria yang telah lama menjadi sarang kelompok separatis. Ketegangan antara otoritas federal dan penduduk asli Igbo sering kali tinggi. Belum lama ini, gerakan separatis Masyarakat Asli Biafra (IPOB) mengunggah sebuah video di media sosial. Video itu memperlihatkan puluhan anggotanya sedang menjalani pelatihan.

Namun, IPOB membantah terlibat dalam serangan penjara di Imo. Seruan untuk memisahkan negara bagian Biafra adalah topik sensitif di Nigeria. Hal itu terjadi setelah deklarasi kemerdekaan sepihak dari pemerintahan Inggris pada 1967 memicu perang saudara yang brutal selama 30 bulan. [*]