LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Para lansia tentu ingin tetap menjalankan puasa Ramadan. Agar bisa berpuasa dengan sehat, ada kiat-kiat puasa untuk lansia.

Ketua dan Pendiri Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya Siti Pariani menyampaikan kiat agar lansia bisa tetap sehat selama Ramadhan. Dia memaparkan ulasannya pada webinar yang digelar Anlene, Rabu (7/4).

Siti mengatakan, lansia sebaiknya tetap menjalankan aktivitas fisik dan olahraga selama bulan puasa. Bisa dengan kegiatan intensitas sedang seperti jalan kaki jarak dekat, membersihkan rumah, bersepeda santai, naik tangga, hingga berkebun.

"Boleh aktivitas fisik apapun tapi kalau sudah capek segera berhenti. Akibat jika tidak melakukan aktivitas fisik, otot jadi lembek, kepadatan tulang berkurang, dan sendi menjadi kaku karena tidak digerakkan," ujar Siti.

Selain melakukan aktivitas fisik, lansia juga dianjurkan untuk menghindari stres, bersosialisasi, dan selalu berdoa untuk meminta perlindungan pada Tuhan Yang Maha Esa. Siti secara khusus meminta lansia menyeimbangkan fisik, hati, dan pikiran.

Dokter umum tersebut juga mengulas cara lansia hidup sehat dan sejahtera sesuai tujuh dimensi //elderly wellness//. Ada tujuh aspek, yakni emosional, lingkungan, kognitif/intelektual, fisik, profesional/vokasional, sosial, dan spiritual.

Pada aspek emosional, lansia diimbau mengelola dan mengarahkan perasaannya, mengatasi tantangan, dan berperilaku dengan cara yang dapat dipercaya dan penuh hormat. Contohnya, memperbanyak humor, konseling dengan teman sebaya, dan manajemen stres.

Dalam aspek-aspek lainnya, lansia diimbau menjalani hidup dengan positif. Beberapa kiat lain yang dia sampaikan termasuk menghormati sumber daya alam, terlibat dalam aktivitas kreatif, dan meningkatkan keterampilan lewat berbagai kegiatan.

Terkait kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi lansia, anjuran Siti adalah menyantap bermacam-macam jenis makanan dengan gizi seimbang. Sebisa mungkin, makanan terdiri dari karbohidrat, protein, serat, dan sumber nutrisi lainnya dengan seimbang.

"Perbanyak juga sumber zat besi seperti kacang-kacangan, hati, telur, daging rendah lemak, serat dari sayur dan buah-buahan, juga sumber kalsium seperti keju, es krim, yogurt, ikan, dan sayuran hijau," tuturnya.