LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ardhito Pramono menceritakan, lagunya sering dipakai di acara yang tayang di Korea Selatan. Tapi penggunaan karyanya itu dilakukan tanpa izin.

Dilansir dari

Suara.com
, fakta ini diketahui Ardhito Pramono setelah mendapat banyak laporan dari warganet soal penggunaan lagu tersebut. Pelantun Bitterlove ini tak memahami mengapa.

"Sering banget dapet info kalau lagu gue dipake sama banyak Korean Variety Show. Nggak ngerti. Izin nggak, omongan aja nggak," tulisnya di Instagram, Rabu, 7 April 2021.

Hal ini pun telah dikonfirmasikan Ardhito Pramono kepada pihak publisher, "Dijawab, 'Nanti kita cari yang pakai lagunya.' Begitu mulu."

Awalnya, penyanyi 25 tahun ini merasa senang lagunya diperdengarkan ke orang-orang selain di Indonesia. Namun karena makin banyaknya lagu itu digunakan tanpa izin, ia pun geram.

"Awalnya seneng, tapi lama-lama kok lagu gue kayak overplayed. Seperti Free BMG Music For Your Eating Show," tutur Ardhito Pramono.

Warganet lain pun menyadari beberapa lagu Ardhito Pramono memang digunakan di salah satu variety show.

"Aku juga ngeh saat Bitterlove jadi salah satu (musik yang diputar) di episode 3 Meals a Day dari awal sampai akhir acara itu," tulis warganet yang mengirim pesan untuk Ardhito Pramono.

Tapi menurut sang musisi, bukan hanya lagu itu yang digunakan. Beberapa lainnya juga diketahui diputar di variety show berbeda.

"Banyak banget variety show bersama dedek bayi yang pakai (lagu) Say Hello, Superstar, 925, semuanya sih," jelasnya.

Ardhito Pramono lantas membandingkan dengan kinerja pihak FTV yang meminta izin lagunya untuk dipakai di tayangan tersebut.

"Seperti (lagu) Smakin Kukejar, Smakin Kau Jauh yang kita suka lihat di televisi aja, itu minta izin! Sad," curhatnya.

Warganet lain yang melihat curhat Ardhito Pramono lantas meminta sang musisi untuk melaporkannya.

"Laporin bang," pinta warganet.

Namun sepertinya peraih AMI Awards ini tak mau memperpanjang masalah.

"Biarkan jadi kemaslahatan umat. Kencanayo (Gwenchanayo, artinya tidak apa-apa)," kata Ardhito Pramono.

"Yaudahlah, ingin hati annyeonghaseo, apa daya samlekum," imbuhnya.