COBLONG, AYOBANDUNG.COM --Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki wewenang untuk menindaki pinjaman online yang tidak berlisensi. Bersama Kemenkominfo dan Polri, OJK selalu terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat yang merasa tertipu atau memperoleh ketidaknyamanan saat berurusan dengan pinjaman online.

"Kami bersama Kemenkominfo, Polri, dan instansi-instansi terkait membentuk satuan yang disebut Satgas Waspada Investasi. Satgas ini menerima laporan dari masyarakat dan melakukan penelusuran terhadap pinjaman-pinjaman online. Sejauh ini, sudah ada ribuan aplikasi yang diblokir oleh SWI," ujar Kasubbag Informasi dan Dokumentasi OJK Jabar Iswahyudi Abdullah.

Iswahyudi menegaskan adanya wewenang dari OJK dan Kemenkominfo untuk mengambil sikap terhadap pinjaman-pinjaman yang tidak beretika saat berinteraksi dengan peminjam. Iswahyudi pun menyebutkan beberapa hal yang dianggap melanggar etika.

"Misalnya menghubungi rekan kerja atau kontak-kontak yang tidak tercantum dalam kontak darurat. Itu sudah termasuk melanggar," sambung Iswahyudi.

Selain itu, pinjaman yang tidak pernah disetujui oleh peminjam pun sudah termasuk ke dalam bentuk pelanggaran. Bersama Kemenkominfo, OJK dapat memblokir sehingga tagihan dari seluruh peminjam akan dihapus.

Seorang warga bernama Bella Ricaisa mengeluhkan pengalaman dengan aplikasi pinjaman online bernama HI Juta. Selain mendapatkan pinjaman yang tidak pernah dia setujui, Bella pun bersaksi bahwa Facebook dirinya sampai diretas oleh yang bersangkutan.

"Saya dikasih limit Rp400 ribu, tenor sepuluh hari dengan bunga tinggi, saya tidak ada klik Submit/Konfirmasi karena tidak sesuai. Saya mau logout tidak bisa, akhirnya saya uninstall. Tiba-tiba saya dapat SMS dari pihak pinjol 'hebat' ini. Saya ditransfer Rp234 ribu, saya langsung cek ke aplikasi, ada tagihan sebesar Rp566 ribu dengan tempo sepuluh hari. FB saya juga diretas," tutur Bella.

Selain itu, seorang warga yang enggan disebutkan namanya pernah dihubungi oleh orang yang sama sekali tidak dia kenal, dan orang itu mengaku dirinya dihubungi oleh aplikasi 360Kredi. Orang asing itu pun ditekan oleh pengelola aplikasi itu atas utang orang yang tidak dia kenal sehingga akhirnya dia ikut menekan si peminjam.

"Dia nanya saya lagi di mana. Saya jawab saja saya sedang dalam perjalanan karena memang sedang di jalan. Tiba-tiba dia bilang 'apa maksud kamu nyantumin kontak saya sebagai kontak darurat pinjol?'," ujar warga tersebut.

Iswahyudi pun mengimbau kepada warga untuk melapor kepada pihak OJK jika ada aplikasi pinjaman online yang melampaui batas etika saat menagih tunggakan. Warga yang hendak melapor bisa mengisi form pengaduan di situs waspadainvestasi.ojk.go.id atau konsumen.ojk.go.id.