ANDIR, AYOBANDUNG.COM —Tanggal 6 April, 146 tahun yang lalu, perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda diresmikan dengan nama Staatsspoorwegen Nederlandsch-Indië (SS). Nenek moyang dari PT Kereta Api Indonesia, yang bermula dengan dikukuhkannya Staatsblad No. 141.

Kantor pusat SS, pada abad ke-19, terletak di Bandung. Setelah lebih dari seaabad, bekas bangunannya menjadi salah satu peninggalan penting yang masih tersisa pada saat ini. 

Sejak peresmian SS pada tahun 1875, memang hanya ada satu gedung kantor kereta api di Bandung. Konstruksinya dimulai pada 1882, bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung-Rancaekek. Lalu, pada 1884 kantor tersebut berdiri utuh dan digunakan untuk kantor administrasi SS perwakilan Surabaya di Bandung.

Beberapa tahun setelah operasional pertama jalur kereta api di Jawa Barat dimulai, struktur SS yang tadinya berpusat di Surabaya itu dipecah menjadi dua wilayah eksploitasi, yaitu Eksploitasi Barat (SS Westerlijnen) dan Eksploitasi Timur (SS Oosterlijnen).

Gedung di Bandung menjadi kantor administasi SS Eksploitas Barat, pada 1888. Lalu, pada 1900, gedung tambahan SS selesai dibangun dan mulai digunakan sebagai kantor kepala SS Eksploitasi Barat pada 1901. 

Gedung tambahan itulah yang saat ini menjadi Kantor Daop 2 Bandung. Adapun rumah dinas kepala SS Eksploitasi Barat (seberang Kantor Daop 2) melengkapi bangunan kereta api yang ketiga di Jalan Maarschalk (sekarang Jl. Stasiun Selatan) sejak 1906.

Sejak kantor pusat SS di Kebon Jukut, Bandung, berfungsi penuh pada 1924, kantor Eksploitasi Barat kemudian pindah ke kantor pusat. Adapun Gedung Kantor Daop 2 sendiri sampai 1971 masih sebagai kantor Inspeksi 2 kereta api mulai dari era SS Werterlijnen (sampai 1942), Rikuyu Sokiyoku (1942-1945), DKARI (1945-1947), SS/ VS (1947-1949), DKA (1950-1963), sampai PNKA (1963-1971).

Beberapa tahun sejak di bawah pengelolaan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api), wilayah Eksploitasi Barat, Tengah, dan Timur beserta daerah-daerah inspeksi bawahannya di Jawa dihapus dan diganti menjadi sembilan daerah operasi. Untuk Daerah Operasi 2, menggunakan gedung Kantor Daop 2 Bandung yang masih dioperasikan sampai sekarang. [*]