PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM -- Tanaman hias menjadi koleksi yang tengah naik daun. Trennya semakin melambung seiring mewabahnya pandemi Covid-19. Bahkan harganya ada yang sampai puluhan juta.

Tren ini membuat sebagian tanaman hias dipandang sebagai barang mewah lantaran harganya yang di luar nalar, sampai-sampai menjadi incaran para pencuri.

Seperti yang pernah dialami Yayan Taryana (42), penjual tanaman hias di Jalan Kolonel Masturi, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Dua kali sudah tempat usahanya disantroni maling.

"Di tempat saya 2 kali ada pencurian bunga. Untung yang murah diambilnya, gak dilaporin," kata Yayan kepada Suara.com, jaringanAyobandung.com, Minggu 4 April 2021.

Khawatir kejadian serupa terulang, kemudian Yayan memasang kamera pengawas atau CCTV di sekitar kios tanaman hiasnya. Sejak saat itu, maling tak pernah lagi menyantroni tempatnya berjualan.

"Dipasang CCTV, alhamdulillah gak ada lagi. Tempat lain saya denger ada juga kejadian pencurian," ujarnya.

Yayan tak memungkiri tanaman hias saat ini tengah naik trennya. Apalagi ketika pandemi Covid-19 mewabah. Hal itu menurutnya pencurian tanaman terjadi.

"Mungkin lagi ramai juga, ditambah pelaku frustasi jadi melakukan pencurian," katanya.

Di lahan yang terbatas hasil sewanya, ada tanaman kelas indoordan outdooryang ia miliki. Seperti jenis Philodendron anthurium, begonia calathea, alokasia, kaladium dan sebagainya untuk indoor.

Untuk outdoor, ada seperti buah-buahan, tanaman merambat, semak berbunga seperti mawar, rumput-rumputan, palem, dan pepohonan.

"Paling banyak diburu itu seperti jenis daun talas, begonia dan dan sebagainya. Saya berusaha untuk mengkomplitkan," kata Yayan.

Dari usaha tersebutlah Yayan mampu meraup pundi-pundi rupiah yang cukup menggiurkan. Dalam sebulan ia bisa membawa pulang uang Rp15 juta-20 juta (hitungan bersih) dengan penjualan rata-rata 50-100 pot dan polybag per hari.

Pembeli bunga yang datang ke kios Yayan bukan hanya berasal dari Bandung Raya, seperti Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat. Tapi juga berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Karawang, dan sebagainya.

Mereka kebanyakan wisatawan yang melintas, yang kemudian tertarik untuk membeli berbagai jenis tanaman.

"Karena posisinya kan kebetulan di pinggir jalan, jadi mungkin ada yang mau wisata banyak yang mampir dulu," ujar Yayan.

Omzet Yayan naik tatkala pandemi Covid-19 mewabah. Ia bisa menjual 200-400 pot dan polybag per hari. Cuannya pun otomatis semakin besar hingga Rp50 juta dalam sebulan.