LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Memilih rumah yang minimalis tentu memiliki risiko tersendiri. Salah satunya yakni kurang tersedia lahan hijau untuk menanam.

Tetapi tak perlu risau, konsep vertical garden bisa jadi pilihan bagi Anda yang ingin bercocok tanam di lahan sempit. Bahkan metode ini juga bisa menggunakan dinding rumah sebagai medianya.

Sesuai namanya, vertical garden merupakan metode penanaman yang disusun vertikal atau berjajar dari atas ke bawah. Umumnya jenis tanaman yang menggunakan konsep vertical garden adalah tanaman rambat. Jenis tanaman ini akan menutupi dinding yang menjadi media tanamnya, sehingga tidak perlu repot untuk menghiasi dinding yang polos.

Tanaman seperti pakis gunung, sirih gading, hingga hostas, juga lazim ditanam dengan vertical garden, karena warna hijaunya yang menyejukkan mata.

Sekalipun rumah hunian berada di tengah perkotaan padat penduduk, vertical garden masih dapat berlaku. Hal ini karena kelebihan dari vertical garden,yang dapat diaplikasikan di dalam maupun di luar ruangan.  

Sebetulnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menerapkan vertical garden di rumah, seperti menyediakan ruang-ruang kecil pada dinding yang berguna sebagai pot. Lalu membuat semacam rak tinggi yang berfungsi sebagai dinding sekaligus media tanam. Dengan begitu, tanaman yang ditanam bukan hanya tanaman rambat, namun bisa lebih bervariasi.

Ada pula cara lain, dengan mendaur ulang bekas minuman bersoda ukuran besar sebagai media tanam. Hal ini tidak mengganggu pertumbuhan tanaman selama dibuat secara benar, yaitu dengan membolongi botol secara renggang sehingga tidak terjadi kelebihan air ketika disiram.

Selanjutnya, jika tanaman yang dipilih tidak merambat, upayakan memberi jarak antar tempat media tanam agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Cara perawatannya tidak jauh berbeda dengan tanaman yang tumbuh di tanah. Tetapi tanaman vertical garden harus rajin dipangkas agar tidak terlalu rimbun.[Ghina Tsuroya]