TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Aliansi aktivis dan masyarakat muslim Tasikmalaya (Almumtaz) menggelar doa bersama untuk enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang meninggal dunia di tangan polisi beberapa waktu lalu. Doa bersama itu dilangsungkan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (11/12/2020).

Dewan Pembina Almumtaz, Aminudin Bustomi mengatakan, peristiwa yang terjadi pada enam anggota FPI itu sangat tidak bisa dibenarkan. Pihaknya meminta pemerintah membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Mereka itu sedang mengawal gurunya untuk pengajian. Bayangkan kalau itu terjadi kepada keluarga kita," ujar Aminudin.

Menurutnya, doa bersama ini sebagai bentuk dukungan moril dan bela sungkawa terhadap keluarga para korban yang meninggal tersebut. Dirinya pun meminta seluruh kaum muslimin untuk turut berempati untuk para korban.

"Semoga para almarhum diberikan surga," ucapnya.

Ia menuturkan, Almumtaz juga mengutuk dan mengecam keras peristiwa yang telah menyebabkan enam orang anggota FPI tersebut meninggal dunia. Di samping itu, pihaknya juga meminta pemerintah segera membentuk tim yang terbebas dari intervensi pihak-pihak tertentu dalam menjalankan tugasnya.

"Aparat penegak hukum harus bersikap profesional dalam setiap menjalankan tugasnya dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan," tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh masyarakat harus bisa menahan diri dan tak mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar di media sosial yang belum dipastikan kebenarannya.

"Masyarakat juga jangan mudah terprovokasi dan bijak dalam memanfaatkan media sosial," ungkapnya.

Doa bersama yang dilaksanakan usai salat Jumat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya ini diikuti oleh oleh ratusan umat Islam di Tasikmalaya.