GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini mewajibkan masyarakat di Indonesia terutama Kota Bandung untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari Covid-19.

Namun, bagaimana masker yang sesungguhnya direkomendasikan pemerintah?

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau warga tidak memakai masker scuba dan buff untuk mencegah Covid-1. Kedua jenis masker itu dinilai kurang efektif dalam menangkal virus corona.

Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan virus untuk tembus lebih besar.

Seorang pedagang masker di pasar kaget Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Asep mengaku, tidak menjual lagi masker scuba karena memang tidak laku.

"Saya sudah tidak menjual masker scuba, karena memang warga sudah tidak banyak yang nyari," ujarnya kepada Ayobandung.com, Minggu (18/10/2020).

Dia mengatakan, saat ini ia menjual masker kain yang minimal dilapisi dua bahan. Harga yang dibanderol untuk satu masker kain di kisaran Rp5.000-Rp15.000.

"Kalau scuba memang lebih murah," katanya.

Sementara itu, seorang warga Cibiru, Nurhotimah (31) mengaku, ia memilih memakai masker medis yang lebih aman sehingga bisa mengantisipasi penularan Covid-19 lebih baik.

"Saya sih lebih baik masker medis daripada masker kain," katanya.

Kendati demikian, kata dia, masker kain berlapis dua pun memiliki fungsi sama untuk menghindari droplet dari virus Corona.

"Sama juga yang kain asalkan Standar Nasional Indonesia (SNI)," katanya.