GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Kegiatan memancing saat pandemi Covid-19 menjadi hobi alternatif bagi sebagian besar warga Bandung timur yang tidak ingin berpergian ke tempat keramaian.

Salah satu lokasi pemancingan favorit adalah embung Gedebage, tepatnya di sekeliling Masjid Al-Jabbar Kota Bandung.

Heri (38), warga Kecamatan Ujungberung, mengaku, dua kali dalam sepekan memancing di embung Gedebage. Kebiasaan tersebut dilakukan semenjak adanya pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

"Biasanya saya suka memancing bersama-sama teman di Waduk Cirata atau Jatiluhur, tapi di sana lokasinya terlalu jauh dan cenderung ramai. Cukup di sini (embung Gedebage) sepi, terus jauh dari keramaian," katanya kepada Ayobandung.com, Minggu (18/10/2020).

Dia mengaku, sekali mancing bisa dapat 2-3 kilogram ikan mujair. Ikan mujair yang berada di embung merupakan hasil sebaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu. Ikan yang didapat tidak ditarif oleh siapa pun alias gratis.

Di samping itu, kata dia, di embung tersebut terdapat ikan mas, tapi jumlahnya sedikit dibandingkan mujair. "Saya pernah dapat 8 kilogram dalam sehari ikan mujair di sini," katanya.

Heri mengaku, pemancingngan 'gratisan' ini sempat ditutup saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Mei-Juli 2020 lalu. Sehingga aktivitas sempat terhenti. "Tapi ada juga yang sembunyi-sembunyi datang ke sini," katanya.

Setelah PSBB selesai dan dimulainya mulainya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada pertengahan Agustus, kata dia, warga kembali memancing.

Menurutnya, warga yang memancing di embung Gedebage sebagian besar mematuhi protokol kesehatan Covid-19

"Saya jaga jarak dengan warga lain, terus pakai masker juga. Ini salah satu kepatuhan terhadap anjuran dari pemerintah," katanya.

Sementara itu, Nina Indiastuti (27), warga Cibiru mengaku sengaja mengajak suaminya dan anaknya memancing di embung Gedebage karena lokasinya yang cukup sepi.

Sebab, kata dia, jika berwisata ke pusat perkotaan atau objek wisata yang komersial khawatir tertular Covid-19.

"Lokasinya enak adem, juga mancingnya gratisan,"  katanya.

Masjid Al-Jabbar berdiri di atas tanah seluas 25,99 hektare dan berada di atas Danau Gedebage. Masjid dibangun dengan konsep terapung di atas embung yang memiliki luas 7,2 hektare.

Embung tersebut dapat menampung air sampai 270.000 meter kubik (m3) yang berfungsi untuk mengendalikan banjir, sumber air, dan konservasi.