LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran meneliti potensi senyawa dari kulit buah manggis atau senyawa alfa mangostin sebagai anti-Covid-19. Hasilnya, senyawa tersebut diketahui memiliki potensi aktivitas terhadap virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Studi ini dilakukan oleh Syahrul Hidayat (Farmasi), Namira Assyfa Nuazizah (Pendidikan Dokter), dan Kelvin Fernando Pratama (Farmasi). Studi didasarkan atas penelitian tentang beberapa senyawa yang memiliki potensi berinteraksi dengan virus SARS-CoV-2. Sumber senyawa tersebut berasal dari bahan alam.

Senyawa bahan alam ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan bahan-bahan kimia yang dibuat di pabrikan. Di antaranya adalah toksisitas yang rendah serta risiko terjadinya efek samping yang lebih sedikit.

“Selain itu, sampai saat ini pengelolaan Covid-19 masih seputar mengobati gejala karena belum ada obat atau vaksin yang secara definitif mampu mengatasi Covid-19 itu sendiri. Karena itu, ini menjadi peluang menemukan senyawa baru yang lebih baik,” ujar Syahrul sebagaimana dilansir dari Unpad.ac.id, Minggu (18/10/2020).

Senyawa Alfa Mangostin

Sebelumnya, terdapat penelitian lain yang menunjukan bahwa senyawa hasil isolasi kulit buah manggis ini memiliki aktivitas antivirus yang mirip dengan Nelfinavir, atau obat anti-HIV yang digunakan sebagai salah satu pengobatan gejala Covid-19. Aktivitas nelfinavir pada SARS-CoV-2 berperan menghambat pertumbuhan virus.

Dari sanalah Syahrul dan kedua rekannya tertarik untuk meneliti alfa mangostin lebih lanjut.

“Kita punya ide kalau aktivitasnya sama, maka senyawa alfa mangostin pun memiliki aktivitas yang sama terhadap virus SARS-CoV-2,” ungkapnya.

Berangkat dari rujukan penelitian tersebut, ketiganya mencoba melakukan studi awal dengan cara memodifikasi senyawa alfa mangostin. Modifikasi dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat dari senyawa alfa mangostin.

Studi dilakukan dengan menggunakan metode komputasi dibantu Guru Besar Fakultas Farmasi Unpad Prof. Muchtaridi. Hasilnya, senyawa FKS9 atau senyawa modifikasi dari alfa mangostin secara spesifik memiliki aktivitas terhadap protein Mpro, salah satu protein pada virus SARS-CoV-2.

“Penelitian ini bisa memberikan informasi terkait potensi senyawa alfa mangostin, bahwa senyawa ini memiliki aktivitas terhadap SARS-CoV-2 sebagai solusi untuk mengatasi Covid-19,” kata Syahrul.

Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik.

Studi ini kemudian diajukan untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Online Tingkat Nasional (LKTI OTN) Tahun 2020 yang digelar Universitas Brawijaya, Mei-September lalu. Dengan dosen pembimbing Dr. Aliya Nur Hasanah, Syahrul dan tim berhasil meraih juara pertama pada kategori LKTI kesehatan dan medis.