Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp1,2 juta tidak akan cair ke rekening BNI, Mandiri, BCA, dan lain-lain jika rekeningnya memiliki 5 kendala.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) dengan 2 termin pembayaran. Setelah pembayaran termin 1 selesai disalurkan untuk 5 tahap, Kemnaker akan melakukan evaluasi sebelum pembayaran termin 2 mulai disalurkan.

“Kami targetkan termin 2 mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya dimulai awal November 2020,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Hingga Selasa 12 Oktober 2020 pukul 22.32 WIB, BLT atau BSU telah disalurkan kepada 11,9 juta pekerja atau 97,37% dari total penerima tahap 1 sampai dengan tahap 5.

“Kami terus mendorong agar pihak perbankan dapat mempercepat proses penyalurannya,” ujar Ida.

Ida merincikan realisasi penyaluran BLT atau BSU tahap 1 telah tersalurkan kepada 2,48 juta penerima atau 99,43 %, tahap 2 sebanyak 2,98 juta penerima atau 99,38 %, tahap 3 sebanyak 3,47 juta penerima atau 99,32 %, tahap 4 sebanyak 2,57 juta penerima atau 97,20 % dan tahap 5 sebanyak 427 ribu penerima atau 69,03 %.

Nah, sebelum berharap menunggu pencairan dana, baiknya kalian pahami terlebih dahulu 5 kendala yang menyebabkan masih adanya BSU atau BLT Rp1,2 juta tak dapat segera dicairkan ke rekening ATM masing-masing pekerja :

Perhatikan baik-baik, ya

Cek Rekeningmu Yuk Rekanaker! Karena masih ditemukan berbagai kendala dalam penyaluran Bantuan Subsidi Gaji/Upah” tulis unggahan akun Instagram @kemnaker

1. Rekening tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK)

2. Rekening yang sudah tidak aktif

3. Rekening Pasif

4. Rekening yang tidak terdaftar

5. Rekening telah dibekukan oleh bank

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kendala belum cairnya uang BLT atau BSU ke rekening masing-masing calon penerima, kalian diminta memastikan rekening yang didaftarkan.

Kendala ini juga menjadi salah satu masalah yang menyebabkan BLT atau BSU untuk para pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan tak kunjung cair.

Adapun, dengan nggaran mencapai Rp37,7 triliun, program BLT atau BSU ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek per 30 Juni 2020. Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang terkumpul oleh BPJamsostek dan dapat diserahkan ke Kemnaker hanya mencapai 12,2 juta pekerja.

“Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke bendahara negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) maupun Kemenag (Kementerian Agama),” ucapnya.