AYOBANDUNG.COM-- Manchester United, salah satu klub dengan basis penggemar terbesar di dunia, pengoleksi gelar Liga Inggris terbanyak, dihuni banyak pemain berkelas dunia, dan finansial yang sehat menjadikan klub ini menyandang status sebagai salah satu klub terbaik di dunia.

Pemilik klub, The Glazers yang merupakan keluarga miliarder asal Amerika memiliki kekayaan bersih hingga $2,2 Miliar (dikuti dari Wikipedia), memudahkan MU untuk membeli pemain ‘kelas A’ dengan mudah.

Namun hal ini tampaknya malah menjadi bumerang bagi klub, pasalnya dengan uang sebanyak itu yang dimiliki klub, Setan Merah seaakan–akan menjadi ‘gegabah’ dalam membelanjakan uang mereka dalam beberapa tahun terakhir. Berikut beberapa contoh transfer klub dengan nilai fantastis yang tidak diseimbangi dengan penampilan sang pemain.

Paul Pogba (Musim 2016-2017)

Dimulai dari transfer Paul Pogba 4 tahun silam, yang menjadikan pemain tersebut sebagai pemain termahal di dunia pada saat itu dengan biaya transfer €1,05 juta, dikutip dari transfermarkt.com, melampaui rekor transfer dunia sebelumnya yang di pegang Gareth Bale pada tahun 2013 dengan nilai £85 juta saat Real Madrid membelinya dari Spurs.

Transfer ini bukan hanya menuai kritik dari fans MU sendiri, namun beberapa klub juga menyayangkan tindakan United yang dianggap merusak harga pasar pada bursa transfer pada saat itu.

Walaupun sang pemain menunjukan performa yang cukup menjanjikan dengan membantu MU memenangkan beberapa tropi, tetapi tidak sedikit juga yang menilai bahwa Pogba tidak pantas dihargai dengan uang sebesar itu, seringkali dibekap cedera juga perseteruannya dengan pelatih MU yang pada saat itu melatih, Jose Mourinho, membuat fans Setan Merah kecewa.

Selain itu Pogba juga dinilai lebih mementingkan ‘looks’ dan ‘style’ dibandingkan mengembangkan permainannya di MU, Pogba beberapa kali mengganti potongan rambutnya yang sebenarnya sah-sah saja dilakukan namun hal ini seringkali tidak seimbang dengan performannya di atas lapangan hijau.

Di usianya yang sekarang menginjak 27 tahun, tentunya Pogba dituntut untuk bertindak lebih dewasa di dalam maupun di luar lapangan, seiring dengan pengalaman yang bertambah Pogba seharusnya bisa ikut membimbing para pemain MU yang didominasi oleh pemain muda.

Romelu Lukaku (Musim 2017-2018)

Menyandang titel sebagai Top Scorer Liga Inggris pada musim sebelumnya pada tahun saat ia dibeli oleh MU, banyak yang menggadang-gadang bahwa striker asal Belgia ini menjadi mesin gol baru yang mematikan untuk MU.

Dibeli dengan harga €84.70 juta dari Everton dianggap merupakan harga yang pantas bagi sang pemain, pasalnya Lukaku merupakan penyerang dengan kriteria yang mumpuni, postur tubuh yang tinggi besar, tendangan yang keras nan terukur, juga insting menciptakan gol yang tidak perlu diragukan lagi menjadi pertimbangan Setan Merah untuk merekrutnya.

Dikutip dari transfermarkt.com, Lukaku mencetak 42 gol serta 13 assist dari 96 penampilannya di semua kompetisi bagi MU, walaupun gol yang diciptakan tidak lebih banyak dari yang ia buat pada saat bermain untuk Everton, namun tetap saja sang Striker Belgia ini patut diacungi jempol atas performanya di United.

Dua musim adalah waktu yang Lukaku dedikasikan untuk MU, setelah kedatangan pelatih baru, Ole Gunnar Solkjaer, tampaknya Lukaku menyadari bahwa permainanya tidak masuk skema permainan Ole, dia pun pindah ke Italia bersama Internazionale dengan biaya transfer €74.00 juta untuk sang pemain.

Tentunya dengan biaya yang diterima oleh MU atas transfer tersebut, di atas kertas MU merugi sekitar €10.70 juta.

Harry Maguire (Musim 2019-2020)

Pria asal Sheffield, Inggris berumur 27 didatangkan dari Leicester United dengan biaya €87.00 juta menjadikannya bek termahal di dunia, dengan bermodalkan permainan yang solid dan kokoh bagi benteng pertahanan Leicester pada musim sebelumnya diharapkan bisa menjadi jawaban atas kacaunya lini pertahanan MU pada beberapa musim terakhir.

Datang dengan banyak tekanan dari beberapa pihak karena uang yang dikeluarkan oleh MU bukanlah merupakan uang yang sedikit, Maguire juga ditunjuk oleh Ole sebagai kapten tim setelah beberapa bulan ia didatangkan.

Harapan untuk membenahi sektor pertahanan tampaknya terjawab, dikutip dari fbref.com, di musim ini MU kebobolah 36 gol dari 38 permainan di liga, lebih sedikit dari musim sebelumnya ketika MU kebobolah 54 gol dari 38 permainan.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa peran Maguire juga berpangaruh bagi performa MU musim ini khususnya pada sektor pertahanan, tetapi bukan berarti penampilan bek dari timnas Inggris ini juga sempurna, ia kerap kali dikritik karena tak jarang melakukan blunder yang menyebakan terbobolnya gawang David De Gea.

Postur tubuhnya yang besar memang menguntungkan saat man-to-man marking, namun kelemahannya membuat pergerakan pemain ini menjadi sangat lambat sehingga menguntungkan untuk para pemain musuh yang memiliki kecepatan di atas rata-rata dengan mudahnya melewati Maguire.

Selain itu, Maguire sering dibanding-bandingkan dengan bek termahal lainnya asal Belanda yang dimiliki tim rival Manchester United, Liverpool yaitu Virgil Van Dijk, yang dimana harganya lebih murah €5 juta dibanding Maguire, pasalnya selain Virgil berhasil membawa Liverpool musim ini menjuarai Liga Inggris musim ini, pada musim sebelumnya pun Virgil masuk "Team of the Year 2019" versi UEFA pada musim sebelumnya.

Dari 3 transfer di atas yang dilakukan oleh MU beberapa tahun terakhir, serta masih banyak pemain yang didatangkan dengan nilai harga fantastis berkat gelontoran dana yang diberikan oleh klub, seharusnya MU bisa mendapatkan gelar Liga Inggris yang sudah 7 tahun mereka tidak dapatkan, selain itu MU seharusnya bisa bersaing di Liga Champions layaknya 2 rival mereka Manchester City dan Liverpool, namun kenyataanya di musim ini saja MU hanya bermain di Europa League, juga bertengger diposisi 3 klasemen liga di bawah Man City dan Liverpool, dan hanya menang selisih gol dengan Chelsea di posisi 4.

Dengan berakhirnya Liga Inggris, dan jendela transfer yang sudah dibuka, MU mulai mencari beberapa pemain untuk memperkuat kedalaman skuat mereka, karena di musim depan selain mereka berjuang untuk mendapatkan gelar Liga Inggris, mereka juga harus berkompetisi di Liga Champions.

Pemain yang rumornya paling kencang terdengar yaitu Jadon Sancho, pemain muda asal Inggris berusia 20 tahun ini merupakan salah satu pemain kunci dari klub asal Jerman, Borussia Dortmund. Penampilannya yang ciamik membuat MU jatuh hati pada sang pemain. Sosok si ‘nomor 7’ yang sudah lama kosong di kubu Setan Merah tampaknya akan terisi jika sudah adanya kesepakatan dari kedua belah pihak.

Menurut Skysports, MU bersedia membayar €70 juta untuk sang pemain dengan mencicil €50 juta tambahan di musim selanjutnya, sehingga total €120 juta untuk winger muda didikan Manchester City tersebut. Sebelumnya Dortmund telah menolak tawaran awal dari United sebesar €100 juta, karena Dortmund hanya bersedia melepas pemain di angka €120 juta.

Jika transfer ini terjadi, akan menjadikan Sancho sebagai pemain termahal di MU, dan lagi-lagi banyak pihak khususnya fans United yang memprotes akan tindakan klub yang selalu tidak berpikir panjang untuk mengeluarkan dana sebesar itu, pasalnya masih banyak yang ragu terhadap kualitas Sancho, selain pemain ini masih sangat muda, jam terbang di Liga Inggris nya pun masih minim, banyak fans yang malah lebih memilih pemain muda asal akademi MU, Mason Greenwood yang sedang naik daun.

Pihak klub pun bukannya tidak memikirkan pengeluaran dana yang mereka pakai dengan bijak, namun permasalahannya setiap pemain incaran United yang mereka nego, harganya akan naik tinggi dari harga pasarannya, nama seperti Jack Grealish, Raul Jimenez, Kalidou Koulibaly, hingga Nathan Ake merupakan contoh-contoh nama yang harga pasarannya naik tinggi sejak diincar oleh Manchester United.