LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gelandang naturalisasi Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan harus legawa lantaran kompetisi sepak bola Indonesia lumpuh imbas pandemi Covid-19. Selama dua bulan terakhir, pemain kelahiran Jerman ini mengaku, hanya bisa berlatih secara mandiri di rumah imbas wabah virus corona.

Namun Kim mengaku, sedianya, dirinya pernah lebih lama absen dari lapangan hijau saat mengalami cedera patah tulang fibula. Kala itu, cedera tersebut Kim peroleh usai dilanggar Striker Persija Jakarta, Rudi Widodo pada November 2017 silam. 

Cedera tersebut pun membuat Kim harus menepi dari kompetisi sekitar enam bulan lamanya. Meski begitu, Kim menyadari, situasi saat cedera dan pandemi Covid-19 sejatinya memiliki dampak yang jauh berbeda.

Kala dilanda cedera, Kim masih bisa menyaksikan pertandingan di stadion ataupun televisi. Hal itu pun masih menjadi obat kecintaannya terhadap sepak bola meski dirinya tak bisa turun main secara langsung. Namun selama Pandemi Covid-19 ini, Kim sadar segala aktivitas sepak bola hingga tim pun dibuat mati total.

"Bedanya dengan cedera, (kompetisi terimbas pandemi) adalah bahwa semuanya diberhentikan bukan hanya kegiatan saya. Jadi (selama pandemi) tidak ada pertandingan yang tetap bisa datang walaupun cedera. Dan tentunya juga sehari-hari hanya diam di rumah sebenarnya," kata Kim.

AYO BACA : Kim Jeffrey Sambut Positif 'New Normal' di Kompetisi Sepak Bola Dunia

Karenanya, Kim berharap, Indonesia bisa segera keluar dari masa sulit yang diakibatkan pandemi virus corona ini. Lebih dari itu, Kim berharap segala aktivitas sepak bola Tanah Air bisa kembali berdenyut. Pasalnya, Kim mengaku sudah merindukan semua aktivitas tim dan segala atmosfer di stadion.

"Kita semua pemain tentu merindukan sepak bola, kesibukan sehari-hari kami dengan latihan dan pertandingan, atmosfer pertandingan di stadion, kebersamaan bareng seluruh tim, ketawa bercanda bareng tapi kesehatan di atas segalanya," katanya.

Seperti diketahui, kompetisi sepak bola Indonesia tengah ditangguhkan untuk sementara waktu imbas pandemi virus corona. Penangguhan itu berlaku hingga 29 Mei mendatang. 

Kendati demikian, keputusan soal nasib kompetisi musim ini masih abu-abu. Sebab semua keputusan itu tetap bergantung dari kebijakan pemerintah terkait statua darurat bencana Covid-19. Jika pandemi masih belum terkontrol maka kemungkinan besar kompetisi musim 2020 dihentikan secara total.

"Tetap, saya berharap bahwa secepatnya berkumpul lagi, mungkin awalnya dibagi grup seperti di liga-ligalainnya juga tapi saya sudah tidak sabar untuk akhirnya diperbolehkan untuk main bola lagi dan semoga secepatnya liga bergulir kembali," ujarnya.

AYO BACA : Berkaca dari Jerman, Kim Jeffrey: Semoga PSBB Tekan Kasus Covid-19