AYOBANDUNG.COM -- Wabah virus corona telah menjadi pendemi dunia. Apa yang bisa kita lakukan guna memutus rantai penyebaran virus ini? Jawabannya adalah just stay at home atau tetap tinggal di rumah. Suatu langkah kecil tapi berarti besar.

Kita juga bisa membantu petugas medis sebagai lini terdepan dalam mengobati pasien yang sudah terpapar virus. Ringankan beban mereka dengan tinggal di rumah saja. Tidak perlu keluar rumah bila tidak ada yang urgent.

Jangan menganggap sepele virus ini, tetapi jangan pula menjadi panik. Pilih informasi yang kita terima dari sumber yang terpercaya dan seimbangkan dengan informasi positif sekaligus menyenangkan guna meningkatkan kesehatan jiwa kita. Jangan lupa kesehatan jiwa juga turut menyumbang tingkat imunitas tubuh.

Informasi yang tersebar melalui media sosial, grup WhatsApp, tv, semua yang dibahas, tak lain tak bukan adalah mengenai virus ini. Sebagian orang dapat tetap tenang dan melakukan langkah antisipasi, tetapi sebagian orang lagi dapat merasa takut dan cemas berlebihan. Bila perasaan tersebut telah timbul, maka jauhkan handphone dari genggaman, pindahkan saluran tv ke acara yang menyenangkan atau dengan beristirahat. Relax dan ketenangan hati sangat diperlukan saat kondisi seperti ini.

Kegiatan di rumah dapat diisi dengan aktivitas yang menyenangkan seperti menonton film, drama korea, bermain bersama keluarga, bersih-bersih rumah, memasak, melakukan hobi, bekerja di rumah (work from home), belajar di rumah, dan lain-lain. Tidak hanya berdiam diri dan akhirnya merasa bosan.

Kita perlu belajar dari negara lain yang lebih dahulu terjangkit virus ini, seperti Korea Selatan. Masyarakat di sana memiliki disiplin yang tinggi dan aktif memerangi korona. Saat terdapat larangan untuk keluar rumah, mereka patuhi. Jalan-jalan, tempat perbelanjaan, taman, tempat hiburan, fasilitas umum sepi, selalu menjaga kebersihan, dan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan hingga 15.000 tes per hari sehingga dapat memutus rantai penyebaran korona dengan sangat signifikan.

Imbauan stay at home juga didukung oleh para pelaku usaha, di antaranya dengan penutupan beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta seperti Plaza Indonesia, Summarecon Mall, Senayan City. Begitu pula dengan daerah penyangga Jakarta seperti Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, ikut menutup pusat perbelanjaan mal sampai dua minggu ke depan. Namun pada beberapa mal, supermarket dan gerai farmasi tetap buka guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Alternatif lain yang bisa dilakukan selain pemberlakuan stay at home, adalah lockdown. Dari sisi ekonomi, stay at home merupakan langkah yang lebih baik daripada lockdown, karena hanya membatasi pergerakan manusia dan tidak menutup keluar masuk pada suatu kawasan.

Namun langkah stay at home bukannya tanpa resiko. Beberapa pekerjaan yang sangat berpengaruh dari langkah ini diantaranya supir angkutan umum, transportasi online, pengusaha restoran, rumah makan, penjaja makanan, hotel, event organizer. Omzet pekerjaan ini dapat turun secara signifikan. Sedangakan dari sisi kesehatan, langkah lockdown merupakan cara terbaik untuk memutus rantai penyebaran, baik lockdown pada tingkat kabupaten/kota maupun pada tingkat provinsi dan negara. Pemerintah perlu menyiapkan strategi yang matang sebelum melakukan lockdown. Mitigasi risiko dengan solusi-solusinya. Sehingga tetap dapat terjaga stabilitas ekonomi dan keamanan negara.

Patuhi stay at home untuk meminimalisasi kebijakan lockdown. Negara yang telah melakukan lockdown seperti China, Filipina, Iran, Italia, Malaysia, Spanyol. Saat suatu negara merupakan negara kaya dengan ekonomi yang stabil tidak sebesar pengaruhnya dibandingkan negara dengan penduduk yang sangat besar dan berpenghasilan tidak merata.

Pencegahan penyebaran virus korona dapat berhasil dengan dukungan aktif semua lapisan masyarakat. Semoga virus ini cepat menghilang dari muka bumi.

***

Sarah Nurlaily, SST, Fungsional Statistisi Muda, BPS Kabupaten Bogor.