AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat Indonesia tengah dan sangat dianjurkan untuk self-isolated atau mengisolasi diri di rumah masing-masing, hal ini menyusul instruksi pemerintah terkait wabah virus corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia. Selama masa karantina ini, fenomena nongkrong daring menjadi opsi bagi masyarakat untuk bersosialisasi selama masa karantina berlangsung.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengedarkan surat mengenai protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan Corona virus disease (SE HK.02.01/MENKES/202/2020) yang mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap berada di rumah karena adanya wabah Covid-19. Kepastian tersebut setidaknya membuat sejumlah lembaga pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjdjaran, Telkom University, dan lain-lain, mengistruksikan mahasiswanya untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar menjauhi pusat keramaian untuk menghindari penyebaran Covid-19. 

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

Tindakan pencegahan dengan melakukan isolasi diri yang diimbau oleh pemerintah tersebut setidaknya mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah. Tarrissa Desyawilona, mahasiswa Universitas Padjdjaran, menjadi salah seorang mahasiswa yang mengisolasi diri di rumahnya sesuai dengan instruksi kampus. Meski demikian, Tarissa mengakui bahwa gerakkan mengisolasi diri ini tidak menghentikannya dari berkumpul atau nongkrong bersama rekan-rekannya.

“Sebelum ada wabah ini sih sering menghabiskan waktu di lingkungan kampus, misalnya ikut kelas, ngerjain tugas kelompok, dan ikut kegiatan lain di kampus. Selain itu juga aku sering nongkrong gitu di kafe. Tapi setelah adanya wabah Covid-19 ini aku sering video-call group gitu lewat media sosial,” ujar Tarissa ketika diwawancarai melalui telepon (19/3/2020).

Menurutnya dengan melakukan video-call group selama masa isolasi diri ini dapat mengurangi rasa jenuh di rumah. Ia juga menambahkan meskipun cara ini kadang terganggu oleh masalah teknis seperti sinyal yang hilang.

AYO BACA:  Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACAIni Peta Sebaran Virus Corona di Jabar, 1.165 ODP dan 22 Positif Covid-19

“Aku sih ngerasa jenuh aja sama keadaan seperti ini yang mengharuskan kita diem di rumah. Makanya untuk bisa mengurangi rasa jenuh itu, aku dan teman-teman biasanya video-call group, walaupun kadang lebih banyak gangguannya seperti sinyal yang hilang tiba-tiba,” kata dia.

Dimanfaatkan pula untuk rapat organisasi

Fenomena nongkrong daring ini menjadi pilihan yang unik di tengah wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini. Nongkrong daring ini biasanya berupa video-call group atau panggilan video grup menggunakan sejumlah platform media sosial. Orang-orang yang melakukan panggilan video grup ini biasanya terdiri dari beberapa orang dan mengobrol layaknya tengah nongkrong pada umumnya. Tak hanya nongkrong, fitur video-call group ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti rapat organisasi seperti yang dilakukan oleh Alwan Maulana, mahasiswa Universitas Padjdjaran. Alwan mengatakan bahwa rapat organisasi dapat dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan fitur yang ada.

“Jadi untuk sistem rapat online-nya itu, kita membuat kesepakatan untuk melakukan rapat online melalui platform tertentu dan menentukan waktu agar rapat dapat dihadiri seluruh anggota. Kemudian rapatnya akan dilaksanakan dengan memanfaatkan fitur video-call group,” kata Alwan melalui wawancara telepon (19/3/2020).

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA:  Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

Ia juga menegaskan fitur video-call group ini dipilih agar meminimalisasi kesalahan dalam memaknai pesan yang dimaksudkan ketika rapat berlangsung. Ia menilai fitur ini jauh lebih nyaman untuk digunakan ketimbang melakukan rapat daring dengan cara bertukar teks melalui media sosial.

“Interaksinya bakal lebih enak gitu kalau dibandingkan dengan diskusi melalui chat saja. Berdasarkan pengalaman rapat online sebelumnya, kalau dilaksanakan melalui chat itu seringkali ada beberapa hal yang miss gitu. Makanya aku lebih milih buat rapat melalui video-call group,” tutupnya.

Menurut Dandi Supriadi, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjdjaran, fenomena nongkrong daring ini memiliki dampak positif khususnya dalam kaca mata pendidikan. Adanya nongkrong daring yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan organisasi dan akademik menghindari interaksi yang mempertemukan banyak orang. Terlebih sharing informasi melalui nongkrong daring ini dapat memperluas penyebaran informasi melalui platform tertentu.

“Fenomena ini menarik karena memiliki segi positif dalam perspektif pendidikan. Pertemuan secara online ini memungkinkan pesertanya untuk share informasi ke pihak yang lebih luas, adanya kuliah atau rapat dengan cara nongkrong online, kita bisa menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang,” tutur Dandi Supriadi yang diwawancarai melalui telepon (20/3/2020).

Dandi menyebut imbauan pemerintah terkait social distancing ini cukup beralasan mengingat penyebaran Covid-19 saat ini. Ia juga menambahkan kontrol masyarakat juga perlu digalakkan karena pada akhirnya masyarakat akan menentukan cara memanfaatkan masa libur mereka.

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACAIni 2 Obat yang Diklaim Manjur Sembuhkan Pasien Covid-19!

“Kebijakan itu harus dibarengi kontrol di luar lembaga/kampus terkait untuk menjaga mereka tetap melakukan social distancing. Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk mencari akses internet juga harus jadi perhatian, misalnya karena perlu akses internet, maka ada yang nongkrong online-nya di kafe yang menyediakan wi-fi gratis. Kalau pesertanya masih belum bisa melakukan social distancing, tujuan utamanya tidak tercapai,” tutup Dandi 

Adanya fitur video-call group melalui sejumlah platform media sosial memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, khususnya dalam masa karantina wabah Covid-19 ini. Masyarakat juga menilai adanya video-call group ini dapat mengurangi rasa jenuh selama masa karantina yang mengharuskan mereka untuk tetap tinggal di rumah agar tidak tertular Covid-19.

***

Yohanes Leonardo Rudolf, akrab disapa Ardo atau Yohanes. Mahasiswa yang masih aktif berkuliah di Universitas Padjadjaran, Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Ilmu Jurnalistik.