GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung Robert Alberts enggan berkomentar jauh terkait keputusan Umuh Muchtar untuk menanggalkan jabatan sebagai manajer tim musim ini. Sebelumnya, pria berusia 74 tahun iitu mantap mundur dari kursi manajer dan memilik menjabat sebagai komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). 

Meski begitu Robert mengaku, belum mendengar kabar terkait mundurnya Umuh dari kursi manajer Maung Bandung. Bahkan saat disinggung tentang kemungkinan statusnya berubah menjadi 'manager coach' Robert enggan menjawab. Dia mengatakan hal itu di luar wewenangnya untuk berkomentar.

AYO BACA : Pelatih Persib Pilih 5 Pemain Ini untuk Pegang Ban Kapten Musim 2020

"Saya belum mendengar itu jadi saya belum bisa berkomentar. Dan hal seperti itu lebih baik ditanyakan kepada manajemen dan Pak Umuh sendiri tentunya. Untuk hal itu saya tidak akan komentar, karena itu di luar kendali saya," kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Kamis (27/2/2020).

Di sisi lain jika berbicara status manager coach, Robert sejatinya tidak terlalu asing dengan posisi tersebut. Pasalnya di sepak bola Eropa, peran rangkap jabatan tersebut sudah banyak dipergunakan berbagai klub.

AYO BACA : Demi Psikis, Robert Minta Pemain Persib Bijak dengan Media Sosial

"Di Eropa ini hal yang normal, karena pada prinsipnya di Eropa, pelatih itu merangkap manajer. Di Inggris, di Belanda, dan di manapun seperti itu," katanya.

Hanya saja, menurut Robert, sepak bola Asia belum banyak menerapkan konsep pelatih sekaligus merangkap manajer. Kata Robert hal ini lantaran kedua posisi tersebut memiliki tugas dan peran yang sama-sama vital di dalam tim.

"Tapi di Asia memang berbeda karena ada manajer tim dengan peran yang spesifik dan pelatih juga dengan peran yang spesifik. Tapi saya rasa beberapa tim sudah mulai melakukan itu (manager coach) seperti Selangor dan JDT," ujarnya.

AYO BACA : Robert Alberts Sebut Panahan Positif untuk Fokus Persib