AYOBANDUNG.COM -- Presiden Donald Trump memperkirakan wabah virus Corona (COVID-19) akan berakhir pertengahan April mendatang karena temperatur udara pada musim semi lebih hangat dari musim dingin.

Pernyataan Trump itu memperoleh tanggapan positif, sebab sebelum mengeluarkan pernyataan, dia tentu sudah berbicara dengan berbagai pihak. Petinggi Dewan Keamanan Nasional, pejabat kementerian kesehatan, kalangan akademisi dan bos-bos perusahaan farmasi.

Pada 16 Februari lalu, Presiden Xi Jinping juga telah menghubunginya melalui saluran telepon khusus.  Jinping menegaskan, pemerintahannya telah berhasil mengendalikan wabah Corona di Wuhan, ibukota provinsi Hubei. 

Apa Kata WHO?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus Corona baru ini merupakan satu keluarga virus, tetapi asal setiap virus berbeda-beda. Ada yang berasal dari sejenis musang (SARS). Ada juga yang berasal dari unta (MARS). Virus-virus ini menular dari hewan ke manusia dan selanjutnya manusia ke manusia melalui udara, bersentuhan atau air liur.

Gejala penyakit yang disebabkan virus ini relatif sama. Awalnya, pasien mengalami masalah pernapasan, demam, batuk, tersengal-sengal dan sulit bernapas. Bila tidak diobati atau terlambat diobati, infeksi virus menyebabkan masalah di paru-paru, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal dan kematian.

Dari mana Virus Berasal?

AYO BACA : Terancam Corona, Warga Tasikmalaya Ini Mengaku Masih Ingin Kembali ke Wuhan

Pada mulanya virus Corona COVID-19 diperkirakan berasal dari binatang-binatang yang dijual di pasar basah di Wuhan, Cina Tengah. Kemudian muncul spekulasi, virus bermula dari kalong yang kemudian menular ke manusia.

Akhir-akhir ini, trenggiling binatang pemakan semut dan rayap diduga menjadi biang keladinya. International Fund for Animal Welfare memperkirakan berbagai negara di Asia dan Afrika secara illegal mengekspor satu juta ekor trenggiling ke diekspor ke Cina. Daging trengggiling merupakan makanan mewah dan disukai penduduk Cina. Sisiknya dijadikan obat.

Para periset masih terus mencari sumber yang sebenarnya dari COVID-19 ini. Mereka menyatakan, trenggiling, kalong, atau binatang lainnya fungsinya sebagai perantara.

Mulai ada kesepakatan virus ditemukan pada manusia yang mengunjungi pasar tradisional. Virus Corona mungkin sudah bermukim di lingkungan pasar seperti kandang atau meja tempat daging-daging binatang itu dijajakan. 

Dalam kasus-kasus awal, yang terkena justru bukan orang yang pernah mengunjungi pasar. Jon Epstein, Wakil Presiden untuk Ilmu Pengetahuan dan Wabah Penyakit di EcoHealth Alliance in New York, memperkirakan penularan kepada manusia bukan di pasar, tetapi di lokasi lain. Pengunjung pasar yang mengidap virus kemudian menularinya di tempat lain.

Di tengah kesibukan dan kebingungan para ahli. Sedikitnya 71.226 orang menderita sakit karena virus ini. Sejumlah 10.865 berhasil disembuhkan, sedangkan 1.770 lagi meninggal dunia. Mereka yang sakit dan wafat itu tersebar di setidaknya 31 negara. Belum diketahui apakah para penumpang kapal pesiar juga sudah dihitung.

WHO memuji tindakan cepat pemerintah Cina yang menutup jalur transportasi, sekolah dan pasar serta memperpanjang masa liburan Imlek. Jangankan Wuhan yang ‘dikunci’, kota-kota besar lain seperti Shanghai, di bagian selatan, juga sunyi sepi.

AYO BACA : Wujud Virus Corona Terungkap, Ini Gambarnya!

Selama vaksin belum ditemukan, WHO menganjurkan jangan menyentuh hidung atau pipi dengan tangan yang belum dicuci. Kita harus sering mencuci tangan. Sayang WHO belum menyebut berwudu juga turut mengurangi dampak penularan.

Wabah virus Corona baru ini pertama kali dilaporkan di Wuhan pada 31 Desember tahun lalu, tetapi diduga ia mulai merebak sejak tiga bulan sebelumnya. Pemerintah Cina diperkirakan sengaja menyembunyikan fakta agar memuluskan penandatanganan dagang tahap pertama dengan AS.

Perjanjian dagang itu ditandatangani oleh Wakil PM Liu He dan Presiden Trump di Gedung Putih pada 15 Januari 2020. Berdasarkan kesepakatan, Cina akan mengimpor produk dan jasa tambahan dari Amerika bernilai US$200 miliar untuk dua tahun ke depan. US$40 miliar di antaranya dari sektor pertanian. AS akan menghapus semua tarif atas impor barang-barang Cina, segera setelah kedua negara menyelesaikan tahap kedua perjanjian perdagangan.

Sebelumnya, Amerika Serikat pada pertengahan Desember 2020 membatalkan rencana pengenaan tarif atas barang-barang Cina senilai US$160 miliar. Tetapi masih terdapat pengenaan tarif atas barang-barang Cina US$ 250 miliar, antara lain terhadap mesin-mesin dan banyak peralatan elektronik.

WHO memperkirakan masyarakat internasional telah mengeluarkan US$675 juta untuk mengatasi meluasnya wabah virus Corona, melindungi negara-negara dengan sistem kesehatan yang lemah dan membuat rencana siaga hingga April mendatang.

Sepertinya tak mudah mengatasi wabah virus kali. Satu-satunya harapan, dunia telah berpengalaman mengatasi wabah SARS dan MARS di masa lalu.

Para peneliti masih bekerja sama keras. Berpacu dengan waktu untuk mengatasi virus COVID-19, sementara telah terjadi pelemahan di sektor ekonomi dan investasi. Pelemahan ini bersifat sistemik. Mengerikan!

* Sjarifuddin Hamid

Wartawan senior

Pernah bekerja di beberapa media nasional Indonesia

AYO BACA : Wiranto: Indonesia Siaga Darurat Virus Corona