SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Aplikasi navigasi yang terdapat dalam gawai cukup membantu pengemudi saat berkendara. Namun di lain sisi, menggunakan gawai saat berkendara melanggar Undang-undang Lalu Lintas. Bahkan sanksi yang diberikan terbilang berat, mulai denda Rp750.000 sampai kurungan 3 bulan.

AYO BACA : Pengendara Ojol dan Taksi Online Bandung Tolak Aturan Pakai GPS Bisa Dipidana

Kasatlantas Polresta Bandung AKP Hasby Ristama mengatakan, pada dasarnya menggunakan navigasi baik dari gawai maupun alat khusus, tidak menjadi masalah. "Yang menjadi masalah itu, HP atau GPS dipegang saat sedang mengemudikan kendaraan," tutur Hasby, Jumat (14/2/2020).

AYO BACA : Ditilang Akibat GPS, Pengemudi Ojek Daring Protes

Ia menjelaskan, menggunakan aplikasi navigasi dengan cara dipegang berpotensi membuat konsentrasi tidak penuh sehingga dianggap membahayakan diri dan orang lain.

"Kalau menggunakan aplikasi navigasi atau GPS, lebih baik berhenti dulu, lihat dan hapalkan jalan, baru berkendara lagi. Jangan dipegang dan dilihat sambil berkendara," ujarnya.

Penggunaan aplikasi navigasi diketahui biasa dilakukan oleh driver ojek dan taksi online. "Driver ojol atau taksi online yang menggunakan HP untuk navigasi, pada dasarnya tidak apa-apa, asal jangan sambil dipegang," katanya.

"Lebih baik pakai holder (dudukan), tapi tidak juga dipandangi terus. Cukup dilirik saja. Menggunakan earphone juga lebih baik dihindari," ungkapnya.

AYO BACA : Hati-hati Menggunakan GPS di Jalan Raya